RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau merombak jajaran manajemen jajaran Badan Usaha Milik Daerah PT Sarana Pembangunan Riau untuk mendongkrak pendapatan asli daerah melalui setoran dividen yang lebih tinggi. Restrukturisasi ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar di Pekanbaru, Selasa (26/5/2026).
Dalam keputusan rapat tersebut, Sri Irianto resmi ditetapkan sebagai Komisaris PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), sedangkan posisi Direktur kini diamanatkan kepada Muhammad Haris. Langkah pengisian jabatan lowong ini diambil agar roda perusahaan daerah bisa bergerak lebih agresif.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Riau Sri Irianto menyampaikan bahwa penunjukan pengurus baru ini merupakan hasil akhir dari rangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang digelar oleh tim panitia seleksi. Komposisi baru ini diharapkan mampu membawa penyegaran pada kinerja bisnis BUMD tersebut.
Menurut Sri Irianto, Pelaksana Tugas Gubernur Riau telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran biro perekonomian dan sekretariat daerah untuk memperketat pembinaan terhadap seluruh BUMD. Target utamanya adalah memastikan setiap perusahaan daerah mampu menyumbang PAD yang signifikan bagi pembangunan di Riau.
Manajemen yang tangguh dan tim kerja yang solid dinilai menjadi syarat mutlak agar PT SPR mampu bersaing dan mengoptimalkan potensi bisnisnya. Dengan pengisian dua posisi krusial ini, pemerintah daerah berharap PT SPR dapat segera menyusun strategi ekspansi dan berkontribusi nyata dalam pemulihan ekonomi wilayah. (Bil)