RIAUIN.COM - Ratusan pengurus rumah ibadah di Kota Pekanbaru akan mengikuti simulasi pemotongan satu ekor sapi secara langsung guna memastikan kehalalan dan higienitas daging kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Praktik lapangan ini menjadi bagian krusial untuk menguji kesiapan teknis para jagal sebelum terjun ke masyarakat.
Langkah taktis ini diambil guna mengantisipasi kesalahan fatal saat eksekusi hewan kurban, mulai dari metode penajaman bilah pisau hingga teknik merobohkan hewan tanpa memicu stres. Seluruh materi tersebut diadopsi untuk menjamin aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) terpenuhi secara optimal.
Ketua Pengurus Masjid Raya Pekanbaru Senapelan Juli Usnan menjelaskan, edukasi berbasis praktik langsung ini sengaja dipilih agar para peserta memiliki kompetensi yang seragam. Dalam pelaksanaannya, pihak masjid bekerja sama dengan asosiasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Pekanbaru untuk memandu standardisasi prosedur operasional di lapangan.
Menurut Juli Usnan di Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026), fokus utama kegiatan ini adalah melahirkan juru sembelih yang tidak hanya paham fikih agama, tetapi juga menguasai sains higienitas daging. Pengetahuan ini dinilai mendesak agar kualitas daging yang dibagikan ke masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.
Gelombang pendaftaran mencatat ada 400 utusan dari berbagai masjid dan mushala di seluruh wilayah Pekanbaru yang siap diterjunkan. Tingginya angka partisipasi ini merefleksikan kesadaran pengurus takmir untuk memodernisasi tata cara pengelolaan kurban di tingkat rukun warga.
Agenda pelatihan dan simulasi pemotongan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (24/5/2026) pagi di kompleks Masjid Raya Pekanbaru Senapelan. Melalui pembekalan intensif tersebut, seluruh panitia kurban diharapkan dapat memangkas durasi penyembelihan secara signifikan sekaligus menjaga kebersihan area sekitar dari kontaminasi kuman. (Bil)