Ratusan Karateka Muda Berkompetisi di Pekanbaru, Forki Targetkan Kejuaraan Nasional


Jumat, 22 Mei 2026 - 14:40:04 WIB
Ratusan Karateka Muda Berkompetisi di Pekanbaru, Forki Targetkan Kejuaraan Nasional

RIAUIN.COM - Sebanyak 766 atlet karate dari tiga provinsi di Sumatra mulai berlaga dalam ajang Pekanbaru Open National Karate Championship 2026 di Gedung Olahraga Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, Jumat (22/5/2026). Turnamen ini menjadi panggung penting untuk menjaring talenta muda sekaligus batu loncatan bagi Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Kota Pekanbaru dalam merealisasikan agenda kejuaraan skala nasional di masa depan.

Para peserta yang berasal dari Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Utara tersebut akan memperebutkan Piala Walikota Pekanbaru. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (24/5/2026) ini mempertandingkan total 897 kelas, yang mencakup kategori usia pra-dini hingga kelompok senior.

Ketua Forki Pekanbaru Ririn Handayani mengungkapkan bahwa turnamen ini dirancang untuk memetakan potensi atlet di tingkat regional. Guna memacu motivasi para peserta, panitia juga menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi tim yang berhasil keluar sebagai juara. Juara umum pertama akan membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp20 juta, diikuti juara umum kedua sebesar Rp15 juta, dan juara umum ketiga senilai Rp10 juta.

Minat masyarakat Pekanbaru terhadap cabang olahraga karate tergolong sangat tinggi. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal dasar yang kuat untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho yang membuka langsung kompetisi tersebut menyatakan dukungannya agar kejuaraan serupa dapat digelar secara konsisten setiap tahun. Pihak pemerintah daerah juga mendorong Forki Pekanbaru untuk memperluas jangkauan kompetisi agar kota ini siap menjadi tuan rumah bagi kejuaraan karate di level nasional pada masa mendatang.

Di sisi lain, seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen ini diingatkan untuk menjaga nilai-nilai olahraga. Para atlet diminta untuk selalu mengedepankan sportivitas selama bertanding di matras, sementara jajaran wasit serta juri dituntut mempertahankan integritas dan sikap netral dalam mengambil setiap keputusan demi menjaga kualitas hasil kejuaraan. (Bil)