RIAUIN.COM - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak memperketat sistem keamanan digital birokrasi guna menangkal tren ancaman siber seperti ransomware dan peretasan situs web milik pemerintah daerah. Langkah antisipasi ini dilakukan dengan mengadopsi skema manajemen infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Upaya mitigasi tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan kerja antara jajaran aparatur diskominfo dari kedua wilayah di Kota Bangkinang, Kampar, Kamis (21/5/2026). Pemkab Siak menilai pola proteksi berlapis yang berjalan di Kampar efektif menjaga stabilitas server publik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kampar Lukmansyah Badoe menyatakan bahwa proteksi aset digital pemerintahan saat ini tidak dapat lagi bertumpu pada metode konvensional. Kedinamisan pola serangan siber menuntut pemerintah daerah untuk berinvestasi pada sistem keamanan tingkat lanjut.
Menurut Lukmansyah, instrumen wajib yang harus disiapkan oleh otoritas daerah meliputi pemasangan firewall berlisensi resmi, pengaktifan Web Application Firewall untuk melindungi portal pemda, pembaruan antivirus secara berkala, hingga penyediaan server cadangan (backup). Langkah-langkah ini krusial demi menjamin keberlangsungan layanan publik sekaligus melindungi basis data masyarakat.
Dalam diskusi terpisah, tim teknis dari kedua kabupaten merinci arsitektur jaringan yang tangguh, prosedur deteksi dini lalu lintas data mencurigakan, serta penyusunan skenario pemulihan cepat saat terjadi kegagalan sistem. Evaluasi juga mencakup efisiensi pengelolaan pusat data dan pengaturan kapasitas pita lebar (bandwidth) internet birokrasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Siak Rozi Chandra mengapresiasi keterbukaan Pemkab Kampar dalam membagikan taktik operasional pengelolaan TIK tersebut. Transfer pengetahuan ini diharapkan dapat mempercepat standardisasi keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di wilayah Siak.
Kunjungan kerja teknis ini dipimpin oleh Rozi Chandra bersama Kepala Bidang Aptika Mardani serta tim pranata komputer yang terdiri dari Moh Rifa Fauzie, Romi Budianto, Ikang Fauzi, dan Rifaldo Syahrizal.
Sementara itu, pihak jajaran tuan rumah yang ikut merumuskan kesepakatan tata kelola ini antara lain Sekretaris Diskominfo Kampar Safaruddin, Kepala Bidang Infrastruktur SPBE Irwan Muhammad, serta staf fungsional dan teknis yakni Nazriadi, Fahrul Putra, dan Benny Putra. Otoritas kedua daerah berkomitmen melanjutkan komunikasi intensif ini ke dalam bentuk kolaborasi jaringan antar-wilayah. (Adv)