RIAUIN.COM - Akses penyeberangan yang mengancam keselamatan ratusan pelajar dan warga di perbatasan Desa Silam dan Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, kini mulai teratasi. Pembangunan infrastruktur penyeberangan permanen yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah Riau tersebut saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Sebelumnya, anak-anak sekolah di kawasan pelosok ini harus bertaruh nyawa setiap hari dengan melintasi jembatan kayu tua yang kondisinya miring, lapuk, dan bergoyang di atas arus sungai yang deras. Sebagian siswa bahkan terpaksa memutar rute perjalanan yang jauh atau menggunakan perahu penyeberangan demi bisa mencapai sekolah.
Nursimah, salah seorang warga setempat, menceritakan bahwa kondisi jembatan lama yang sangat memprihatinkan tersebut kerap kali hampir mencelakai anak-anak yang melintas. Keberadaan jalur alternatif yang aman menjadi kebutuhan mendesak yang dinantikan warga selama bertahun-tahun.
Merespons kerawanan tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggalang gerakan swadaya bersama masyarakat dan donatur lokal untuk membangun fasilitas penyeberangan baru yang diberi nama Jembatan Merah Putih Presisi. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan warga sekaligus memastikan hak pendidikan anak-anak di daerah terisolasi tidak terganggu oleh kendala geografis.
Kepala Biro Operasional Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menjelaskan, proyek ini dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan personel dari Polres Kampar dan warga sekitar. Program ini merupakan pengejawantahan dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang diturunkan melalui institusi Polri.
Menurut Kombes Pol Ino Harianto, saat meninjau lokasi pada Jumat (15/5/2026), pengerjaan fisik jembatan yang telah berjalan selama dua bulan tersebut kini sudah mencapai progres sekitar 80 hingga 90 persen. Peninjauan tersebut juga dihadiri oleh Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol Ketut Adiwibawa.
Polda Riau berharap intervensi infrastruktur ini dapat memulihkan mobilitas harian publik, merangsang denyut perekonomian pedesaan, serta memberikan rasa aman bagi para siswa selama menuntut ilmu. Saat ini, jembatan tersebut sudah mulai bisa dilalui oleh anak-anak sekolah dengan aman meskipun proses finishing masih terus berjalan. (Adv)