RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bakal menghapus seluruh jabatan pelaksana tugas atau Plt kepala sekolah di tingkat SMA dan SMK negeri mulai akhir bulan ini. Langkah tersebut diambil guna mematuhi instruksi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewajibkan seluruh satuan pendidikan dipimpin oleh kepala sekolah definitif demi menjaga stabilitas mutu pendidikan.
Pelantikan para kepala sekolah definitif tersebut akan digabungkan dalam perombakan besar-besaran birokrasi Pemprov Riau yang mencakup 238 pejabat eselon III dan IV. Agenda pelantikan massal ini rencananya digelar serentak pada Senin, 26 Mei 2026.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengantongi lampu hijau dari pemerintah pusat untuk melakukan mutasi, rotasi, dan pengisian jabatan yang lowong di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Pelantikan eselon III dan IV bersama para kepala sekolah dijadwalkan pada 26 Mei nanti. Totalnya sekitar 238 orang. Mengenai lokasi pelantikan, kami masih mempertimbangkan tempat yang cukup luas, ada kemungkinan di gedung olahraga atau lokasi lain yang representatif," kata SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa (19/5/2026).
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya menjelaskan, penataan di sektor pendidikan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 mengenai penugasan guru sebagai kepala sekolah. Regulasi anyar ini menegaskan bahwa untuk tahun 2026, tata kelola sekolah tidak boleh lagi bertumpu pada pejabat sementara.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Riau, saat ini terdapat 69 posisi kepala sekolah di berbagai kabupaten dan kota yang masih berstatus pelaksana tugas. Kehadiran 77 kepala sekolah baru yang akan dilantik pekan depan diharapkan langsung menyelesaikan persoalan kekosongan kepemimpinan tersebut.
Erisman menjamin seluruh calon kepala sekolah yang ditunjuk merupakan figur yang dipilih secara objektif. Mereka telah melewati rangkaian uji kompetensi profesional dan verifikasi ketat untuk mengisi formasi di 96 sekolah yang membuka lowongan.
"Proses seleksi dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau bersama tim khusus. Jadi, nama-nama yang akan dilantik oleh Plt Gubernur nanti murni merupakan hasil asesmen dan pengujian berbasis kompetensi, bukan penunjukan formalitas," ujar Erisman. (Bil)