RIAUIN.COM - Politeknik Kampar kini mengarahkan fokus pengembangan inovasi pada pembuatan komponen mesin sawit mandiri dan pengolahan limbah perkebunan. Terobosan teknologi tepat guna tersebut diharapkan mampu memotong ketergantungan industri lokal terhadap suku cadang impor sekaligus menyuplai kebutuhan pupuk sektor perkebunan secara swadaya.
Direktur Politeknik Kampar Nina Veronika menjelaskan, institusinya telah menelurkan berbagai inovasi mekanik yang berfokus pada efisiensi industri kelapa sawit. Selain memproduksi suku cadang atau spare part di dalam daerah, kampus tersebut juga tengah menggencarkan riset pemanfaatan limbah padat sawit untuk diolah menjadi pupuk kompos komersial.
Meski pemanfaatan kompos tersebut saat ini masih berjalan dalam skala terbatas untuk sektor perkebunan, pihak akademisi terus mematangkan formula agar produk ini siap dipasarkan secara massal. Nina Veronika berharap ada dukungan regulasi dan pendanaan yang berkesinambungan dari pemerintah daerah agar kualitas riset tersebut bisa menembus standarisasi pasar global.
Langkah inovasi berbasis riset terapan ini mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Kampar. Saat meninjau langsung bengkel kerja (workshop) kampus di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyatakan pemerintah daerah siap mendorong produk teknologi lokal tersebut masuk ke rantai pasok industri perkebunan yang lebih luas.
Menurut Ahmad Yuzar, kemampuan akademisi dalam membaca kebutuhan pasar merupakan kunci agar daerah tidak sekadar menjadi penonton atau konsumen di tengah ketatnya persaingan ekonomi global. Hilirisasi komoditas utama seperti kelapa sawit harus segera digeser dari pengiriman bahan mentah menjadi penguasaan teknologi pengolahan dan pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomis tinggi.
Pemerintah Kabupaten Kampar juga meminta pihak manajemen kampus dan para mitra industri untuk meluaskan skala pelatihan guna mencetak sumber daya manusia yang melek industri kreatif berbasis manufaktur. Ahmad Yuzar optimistis, jika ekosistem inovasi ini berjalan konsisten, Kampar dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan teknologi industri daerahnya sendiri. (Adv)