RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru memulai langkah besar dalam membenahi karut-marut layanan transportasi publik di wilayah tersebut. Fokus utama kini diarahkan pada perombakan manajemen operasional guna menjamin kepastian waktu bagi penumpang, yang dibarengi dengan rencana uji coba moda transportasi ramah lingkungan.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa inti dari pembenahan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) bukan sekadar pada armada baru, melainkan pada perubahan sistem yang jauh lebih profesional. Hal ini bertujuan untuk mengatasi persoalan klasik berupa durasi tunggu (headway) di halte yang saat ini sering melampaui angka 30 menit.
"Sistem operasional akan kami ganti total dengan manajemen yang lebih profesional. Poin paling krusial adalah ketepatan waktu dan kejelasan ritasi setiap armada," ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Selasa (12/5/2026).
Langkah modernisasi ini juga diperkuat dengan rencana pengoperasian dua unit bus listrik sebagai bagian dari transisi menuju konsep kota hijau (go green). Armada tersebut merupakan dukungan dari pemerintah pusat untuk mengevaluasi kelayakan angkutan massal bertenaga listrik di jalanan ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Meski demikian, Agung Nugroho menjelaskan bahwa kehadiran bus listrik ini masih dalam tahap penjajakan teknis. Evaluasi mendalam akan dilakukan selama masa uji coba untuk melihat efektivitasnya sebelum diputuskan sebagai bagian permanen dari sistem TMP.
Melalui integrasi teknologi ramah lingkungan dan manajemen yang terukur, Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan pengurangan keterlambatan bus secara bertahap. Perbaikan pelayanan ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. (Bil)