Kesehatan Jadi Kendala, Keberangkatan Tiga Jemaah Haji Riau Tertunda


Selasa, 12 Mei 2026 - 14:40:18 WIB
Kesehatan Jadi Kendala, Keberangkatan Tiga Jemaah Haji Riau Tertunda

RIAUIN.COM - Prosedur pemeriksaan kesehatan ketat di Embarkasi Batam menyebabkan keberangkatan tiga jemaah haji asal Provinsi Riau tertunda. Dari jumlah tersebut, satu orang dipastikan terancam gagal berangkat ke Tanah Suci karena kondisi fisik yang tidak memenuhi standar kelayakan terbang internasional.

Hingga Selasa (12/5/2026), ketiga jemaah tersebut masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Batam. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Defizon mengungkapkan bahwa tim medis tengah melakukan observasi menyeluruh untuk menentukan status keberangkatan mereka.

"Satu jemaah kemungkinan besar tidak dapat diberangkatkan tahun ini karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan untuk penerbangan jarak jauh. Sementara dua lainnya masih dalam pantauan tim dokter," ujar Defizon saat memberikan keterangan di Pekanbaru.

Penundaan ini dipicu oleh masalah medis yang berbeda. Salah satu jemaah dilaporkan mengalami penurunan saturasi oksigen sesaat sebelum jadwal keberangkatan. Sementara itu, satu jemaah lainnya harus menjalani perawatan setelah mengalami luka di bagian kepala akibat terjatuh di kamar mandi asrama haji.

Meskipun demikian, harapan bagi dua jemaah tersebut belum sepenuhnya tertutup. Jika hasil evaluasi medis dalam waktu dekat menunjukkan perkembangan positif dan dinyatakan bugar (fit), otoritas haji akan mengupayakan ketersediaan kursi pada kelompok terbang (kloter) berikutnya.

"Rencananya besok satu jemaah sudah bisa kembali ke asrama. Jika tim medis memberi lampu hijau, kami akan segera mencarikan posisi di kloter yang masih tersedia," tambah Defizon.

Langkah preventif ini diambil mengingat tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi yang saat ini mencapai suhu 44 derajat Celsius. Kondisi lingkungan yang sangat panas tersebut berisiko tinggi memicu dehidrasi dan memperburuk penyakit bawaan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Bagi jemaah yang sudah berada di Makkah maupun Madinah, pemerintah mengimbau agar membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak. Fokus utama jemaah saat ini diharapkan tertuju pada menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kementerian Agama menegaskan bahwa keselamatan nyawa jemaah menjadi prioritas utama di atas pemenuhan kuota keberangkatan. Koordinasi antara tim kesehatan embarkasi dan petugas di pusat terus diperkuat untuk memantau sisa jemaah yang masih dalam perawatan agar mendapatkan kepastian status keberangkatan mereka sesegera mungkin. (Bil)