Dekranasda Riau Matangkan Persiapan Produk Unggulan untuk Ajang Nasional


Jumat, 08 Mei 2026 - 18:07:59 WIB
Dekranasda Riau Matangkan Persiapan Produk Unggulan untuk Ajang Nasional

RIAUIN.COM - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Riau mulai mematangkan persiapan untuk mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranasda yang akan dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Keberagaman motif kain tradisional dan kerajinan tangan dari 12 kabupaten/kota menjadi amunisi utama untuk menarik minat pasar nasional.

Plt Ketua Dekranasda Riau Adrias Hariyanto menginstruksikan seluruh pengurus daerah agar segera mengurasi produk-produk unggulan mereka. Fokus utama terletak pada wastra atau kain tradisional yang memiliki kekhasan unik di setiap wilayah di Riau. Selain tekstil, produk turunan seperti tanjak dan aksesori khas Melayu juga menjadi prioritas untuk dipamerkan pada ajang yang berlangsung 9-12 Juli 2026 tersebut.

"Setiap daerah memiliki motif kain yang berbeda-beda. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa Riau kaya akan produk kerajinan. Persiapan harus maksimal agar pengunjung di Makassar nanti bisa melihat langsung potensi dari seluruh kabupaten dan kota kita," ujar Adrias Hariyanto saat memberikan arahan di kediamannya, Jumat (8/5).

Selain misi promosi produk, keikutsertaan ini juga bertujuan sebagai studi banding bagi Riau. Adrias Hariyanto menekankan pentingnya mempelajari manajemen penyelenggaraan acara berskala besar dari tuan rumah sebelumnya. Hal ini dipandang perlu guna memperkuat kesiapan Riau jika sewaktu-waktu dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan serupa di tingkat nasional pada masa mendatang.

Terkait teknis keberangkatan, Dekranasda Riau memberikan catatan khusus mengenai efisiensi anggaran. Mengingat perjalanan menuju Makassar memerlukan biaya operasional yang cukup besar, pengaturan jumlah rombongan diminta untuk dilakukan secara matang tanpa mengurangi esensi penguatan jaringan antarpengurus daerah.

Melalui partisipasi ini, produk UMKM Riau diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pajangan, tetapi mampu memperluas pangsa pasar dan mempererat kerja sama lintas daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. (Bil)