RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menargetkan pengerjaan fisik perbaikan jalan pada ruas Simpang Minas - Simpang Pemda - Simpang Tualang Timur dimulai akhir Mei 2026. Proyek ini merupakan respon langsung atas tuntutan masyarakat terkait kerusakan jalan yang kerap mengganggu mobilitas di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau Thomas Larfo Dimeira menjelaskan, tim teknis telah menuntaskan penentuan titik kesepakatan Stationing (STA) di lapangan. Penentuan koordinat ini krusial untuk memetakan posisi spesifik konstruksi sebelum alat berat diturunkan ke lokasi.
Langkah percepatan ini diambil setelah adanya aksi protes warga di Simpang Perawang yang mendesak perbaikan akses jalan sepanjang 3,8 kilometer. Sebagai tahap awal, pemerintah akan menerapkan metode semenisasi atau rigid beton untuk memperkuat daya dukung jalan terhadap beban kendaraan berat.
"Konstruksi rigid beton akan dilakukan sepanjang 1 kilometer terlebih dahulu. Jika tidak ada kendala, pengerjaan fisik paling cepat dimulai pada akhir Mei ini," ujar Thomas Larfo, Jumat (8/5/2026).
Mengingat keterbatasan anggaran daerah, penanganan sisa kerusakan sepanjang 2,8 kilometer akan melibatkan skema kolaborasi. Pemerintah Provinsi Riau mendorong perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Siak untuk berkontribusi secara aktif dalam perbaikan jalan. Hal ini didasari atas fakta bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalur utama yang rutin dilintasi oleh armada angkutan logistik milik korporasi.
Meski demikian, pihak dinas memastikan bahwa perbaikan menyeluruh secara mandiri tetap menjadi prioritas pemerintah daerah apabila terdapat ruang fiskal dalam pendapatan provinsi di masa mendatang. (Bil)