RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru memprakirakan kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang akan melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Riau, Jumat (8/5/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode siang hingga malam hari.
Kondisi cuaca yang fluktuatif ini terpantau sejak pagi hari dengan munculnya fenomena udara kabur dan awan tebal di beberapa titik. Meski pagi hari didominasi cuaca cerah berawan, intensitas hujan ringan hingga sedang sudah mulai membasahi wilayah pesisir dan pusat kota, meliputi Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Kota Dumai, hingga Kota Pekanbaru.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S mengungkapkan bahwa memasuki siang hari, cakupan hujan akan meluas secara signifikan. Hampir seluruh kabupaten dan kota di Riau berpeluang mengalami hujan dengan durasi yang cukup lama hingga menjelang sore.
"Perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Riau pada waktu siang atau sore hingga malam hari," ujar Gita di Pekanbaru.
Memasuki malam hari, konsentrasi hujan diperkirakan masih bertahan di wilayah Siak, Bengkalis, dan Pekanbaru. Sementara itu, saat dini hari, potensi hujan bergeser ke arah selatan, tepatnya di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dengan kondisi udara yang cenderung kabur dan berawan.
Berdasarkan parameter meteorologi, suhu udara di Riau berada pada rentang 23,0 hingga 33,0 derajat celsius. Tingkat kelembapan udara terpantau sangat tinggi, mencapai maksimal 100 persen, dengan pergerakan angin dari tenggara ke barat daya pada kecepatan hingga 30 kilometer per jam.
Di sisi lain, kondisi perairan di wilayah Provinsi Riau terpantau relatif aman untuk aktivitas kelautan. Tinggi gelombang laut diperkirakan hanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang masuk dalam kategori rendah.
Mengenai pantauan titik panas atau hotspot, BMKG melaporkan bahwa Provinsi Riau saat ini berada dalam kondisi nihil titik api. Meskipun di wilayah Pulau Sumatera terdeteksi 11 titik panas yang tersebar di Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Aceh, Jambi, dan Sumatera Utara, tingginya curah hujan di Riau sangat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau para pengendara dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap waspada terhadap pohon tumbang atau jalanan licin akibat terpaan angin kencang dan hujan lebat yang datang tiba-tiba. (Bil)