Pengangguran di Riau Turun tipis, Ketergantungan Sektor Informal Justru Naik


Rabu, 06 Mei 2026 - 12:09:37 WIB
Pengangguran di Riau Turun tipis, Ketergantungan Sektor Informal Justru Naik

RIAUIN.COM - Dinamika pasar kerja di Provinsi Riau mengalami pergeseran signifikan pada awal tahun 2026. Meski angka pengangguran berhasil ditekan, pasar kerja di wilayah ini kian didominasi oleh sektor informal dan lonjakan partisipasi aktif dari kelompok perempuan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau yang dirilis pada Rabu (6/5/2026), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan mencatatkan kenaikan tajam sebesar 3,36 persen poin dibandingkan tahun lalu, sehingga kini mencapai 47,14 persen. Fenomena ini berbanding terbalik dengan TPAK laki-laki yang justru terkoreksi tipis 0,24 persen poin menjadi 84,48 persen.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi menyampaikan bahwa secara umum jumlah angkatan kerja di Riau per Februari 2026 telah menyentuh angka 3,36 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,22 juta orang di antaranya sudah terserap di berbagai lapangan pekerjaan.

"Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja secara keseluruhan berada di angka 66,17 persen, atau naik 1,49 persen poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Asep Riyadi di Pekanbaru.

Meskipun daya serap tenaga kerja meningkat, kualitas lapangan kerja masih membentur tantangan lama, yakni ketergantungan pada sektor informal. Saat ini, sebanyak 1,73 juta orang atau sekitar 53,81 persen penduduk bekerja di Riau menggantungkan hidup pada kegiatan ekonomi informal. Angka ini meningkat 1,02 persen poin dalam setahun terakhir.

Sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama dengan kontribusi sebesar 33,83 persen, disusul perdagangan (18,08 persen), dan industri pengolahan (8,11 persen). Namun, geliat ekonomi ini dibayangi oleh kualifikasi pendidikan tenaga kerja yang masih rendah. Mayoritas pekerja di Riau atau sekitar 30,44 persen merupakan lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah.

Di sisi lain, tren positif terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Per Februari 2026, TPT Riau berada pada posisi 4,09 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,03 persen poin jika dibandingkan dengan posisi Februari 2025.

BPS juga mencatat adanya perubahan pola jam kerja. Kelompok pekerja setengah pengangguran meningkat 0,63 persen poin, sementara kelompok pekerja paruh waktu justru menyusut 0,46 persen poin. Hal ini mengindikasikan bahwa meski lebih banyak orang bekerja, sebagian dari mereka belum mendapatkan jam kerja yang optimal sesuai keinginan.

Adapun total penduduk usia kerja di Bumi Lancang Kuning saat ini mencapai 5,07 juta orang, bertambah 84,43 ribu orang dalam satu tahun. Dari populasi tersebut, kelompok yang tidak termasuk angkatan kerja—seperti pelajar dan ibu rumah tangga—berjumlah 1,72 juta orang. Secara durasi kerja, sebanyak 62,32 persen penduduk bekerja di Riau masuk dalam kategori pekerja penuh dengan waktu kerja minimal 35 jam per minggu. (Bil)