Kesenjangan Gender di Riau Mengecil berkat Pemberdayaan Perempuan


Rabu, 06 Mei 2026 - 10:01:48 WIB
Kesenjangan Gender di Riau Mengecil berkat Pemberdayaan Perempuan

RIAUIN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaporkan perbaikan signifikan pada Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sepanjang tahun 2025. Tren positif ini dipicu oleh dominasi perempuan dalam pencapaian jenjang pendidikan menengah serta peningkatan partisipasi dalam angkatan kerja di wilayah tersebut.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi menjelaskan bahwa IKG Riau kini berada di angka 0,445 poin. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,026 poin jika dibandingkan dengan posisi pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 0,471 poin. Penurunan indeks ini mencerminkan semakin sempitnya jarak kesenjangan antara laki-laki dan perempuan.

"Penurunan ketimpangan ini dipengaruhi oleh perbaikan kinerja pada tiga dimensi utama, yaitu kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja," ujar Asep Riyadi di Pekanbaru, Selasa (5/5/2026).

Pada dimensi pemberdayaan, BPS mencatat fenomena menarik di mana persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang menyelesaikan pendidikan minimal setingkat SMA terus merangkak naik. Sebaliknya, capaian pendidikan pada kelompok laki-laki di kategori yang sama justru mengalami sedikit penurunan. Selain itu, keterwakilan perempuan di kursi legislatif pada tahun 2025 juga menunjukkan grafik meningkat.

Kondisi serupa terjadi pada dimensi pasar tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Riau menyentuh angka 47,68 persen pada tahun 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa akses perempuan terhadap peluang ekonomi di sektor formal maupun informal semakin terbuka lebar.

Dari sisi kesehatan, risiko kematian saat persalinan berhasil ditekan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan persalinan di fasilitas kesehatan resmi. Angka kelahiran pada usia remaja juga dilaporkan menurun, yang menjadi indikator penting membaiknya kualitas kesehatan reproduksi perempuan di Riau.

Secara administratif, Kota Pekanbaru menempati posisi teratas sebagai daerah dengan tingkat ketimpangan gender paling rendah di Bumi Lancang Kuning. Posisi tersebut disusul oleh Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu mencatatkan rekor sebagai daerah dengan laju penurunan ketimpangan paling progresif sepanjang tahun lalu.

Secara kumulatif sejak tahun 2021, IKG Riau telah berkurang sebesar 0,032 poin dengan rata-rata penurunan 0,008 poin per tahun. Meskipun demikian, BPS mencatat masih adanya disparitas antarwilayah, mengingat baru tujuh dari 12 kabupaten/kota di Riau yang mampu melampaui capaian rata-rata provinsi. (Bil)