Jaksa Agung Ingatkan Integritas dan Adaptasi Digital Saat Lantik Kajati Riau


Rabu, 29 April 2026 - 17:41:36 WIB
Jaksa Agung Ingatkan Integritas dan Adaptasi Digital Saat Lantik Kajati Riau

RIAUIN.COM - Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan peringatan keras terkait disiplin pegawai dan tantangan era digital saat memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat teras di lingkungan Korps Adhyaksa. Dalam seremoni yang berlangsung di Aula Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (29/4/2026), I Dewa Gede Wirajana resmi diambil sumpahnya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.

I Dewa Gede Wirajana mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Sutikno. Adapun Sutikno kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Pelantikan ini merupakan bagian dari rotasi besar-besaran yang melibatkan 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta 17 pejabat eselon II di tingkat pusat.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung menyoroti catatan kelam pelanggaran disiplin yang masih ditemukan di internal institusi hingga April 2026. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pegawai yang memiliki rekam jejak hukuman disiplin untuk mendapatkan promosi jabatan struktural. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga marwah lembaga agar tetap dipercaya publik.

"Saya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi penyintas hukuman disiplin. Kepemimpinan di daerah adalah etalase Kejaksaan, sehingga pengawasan melekat harus dilakukan secara ketat dan konsisten," ujar ST Burhanuddin.

Selain masalah integritas, Jaksa Agung menekankan pentingnya transformasi pola kerja di tengah revolusi industri 5.0. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan metode kerja konvensional yang tidak adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kejaksaan dituntut mampu menguasai ruang digital guna mengendalikan narasi publik berdasarkan data dan fakta.

Menurut ST Burhanuddin, kemampuan manajerial yang andal di daerah sangat krusial dalam merespons persoalan hukum di lapangan secara cepat. Ia berharap para Kajati mampu melakukan terobosan hukum yang melampaui batas tanpa menabrak etika dan aturan yang berlaku.

Menutup arahannya, Jaksa Agung berpesan agar seluruh jajaran memaknai jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan totalitas. Setiap pejabat diminta bekerja dengan prinsip kerja keras dan kerja cerdas, seolah-olah tugas yang diemban saat ini merupakan penugasan terakhir bagi mereka. (Bil)