Pesawat Laik Terbang, Jemaah Haji Kampar Akhirnya Menuju Arab Saudi


Rabu, 29 April 2026 - 11:22:31 WIB
Pesawat Laik Terbang, Jemaah Haji Kampar Akhirnya Menuju Arab Saudi

RIAUIN.COM - Sebanyak 438 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 asal Kabupaten Kampar resmi diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (28/4/2026) sore. Pemberangkatan ini sempat tertunda selama 24 jam akibat adanya kendala teknis pada armada pesawat yang direncanakan mengangkut jemaah.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Riau Defizon mengonfirmasi bahwa seluruh rombongan telah mengudara pada pukul 15.26 WIB setelah pihak maskapai memastikan pesawat dalam kondisi laik terbang. Sebelumnya, ratusan jemaah ini dijadwalkan berangkat pada Senin pagi, namun terpaksa diistirahatkan kembali di hotel di Batam demi menjamin keselamatan penerbangan.

"Seluruh proses keberangkatan jemaah Kloter BTH 5 kemarin sore berjalan lancar. Jemaah sempat menginap semalam tambahan di Batam untuk memastikan kesiapan teknis pesawat," kata Defizon saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan data manifest, total rombongan yang berangkat terdiri atas 431 jemaah, dua petugas haji daerah, satu pembimbing KBIHU, serta empat petugas kloter. Meski demikian, terdapat tujuh orang yang belum bisa diberangkatkan bersama rombongan ini; tiga jemaah menjalani perawatan medis di Batam dengan pendampingan tiga orang keluarga, serta satu jemaah lainnya masih dalam kondisi sakit di daerah asal.

Selama masa penundaan, otoritas penyelenggara haji memastikan seluruh akomodasi dan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi. Pihak kementerian juga menekankan agar para jemaah segera menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di Tanah Suci dan menjaga pola istirahat agar kondisi fisik tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah.

Selain faktor kesehatan, jemaah diimbau untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan petugas di lapangan. Keselamatan dan kekhusyukan ibadah menjadi prioritas utama, terutama setelah melewati proses penundaan jadwal yang cukup menyita energi. Para jemaah diminta untuk saling membantu antarsesama anggota rombongan guna memperkuat solidaritas selama di perjalanan maupun saat berada di pemondokan. (Bil)