RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memperkuat kesiapsiagaan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) guna menghadapi risiko bencana yang menyertai fenomena cuaca ekstrem. Langkah mitigasi ini diambil sebagai respons terhadap prediksi munculnya fenomena kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung sepanjang April hingga Oktober 2026.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan, penguatan kapasitas personel menjadi krusial mengingat tantangan cuaca yang semakin tidak menentu. Selain ancaman kekeringan, Kota Bertuah saat ini juga masih berpotensi menghadapi masalah banjir serta kebakaran hutan dan lahan yang dipicu oleh perubahan iklim.
"Melihat perkembangan informasi saat ini, kita sudah mulai memasuki periode cuaca yang sangat dipengaruhi fenomena alam tersebut. Maka, upaya mitigasi harus dilakukan sejak dini agar personel benar-benar siap di lapangan," ujar Ingot usai membuka kegiatan di aula kantor BPBD Pekanbaru, Kamis (23/4/2026).
Fokus pada Kecepatan dan Fasilitas
Selain memberikan pembekalan teknis kepada personel, pemerintah setempat berencana melakukan pembaruan pada sektor sarana dan prasarana. Ingot mengakui bahwa optimalisasi armada tempur menjadi prioritas agar mobilitas TRC dalam menangani laporan kebencanaan di lapangan bisa lebih responsif.
Kondisi cuaca yang ekstrem di Pekanbaru juga dikhawatirkan berdampak pada penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, BPBD diminta untuk berkolaborasi dalam mengantisipasi segala kemungkinan dampak lingkungan yang muncul.
"Kita akan mengoptimalisasi sarana pendukung yang ada. Tujuannya jelas, agar TRC BPBD bergerak lebih taktis dan cepat saat terjadi keadaan darurat di tengah masyarakat," tambahnya. (Bil)