4.704 Jemaah Haji Riau Mulai Diberangkatkan Lewat Batam Hari Ini


Jumat, 24 April 2026 - 09:17:47 WIB
4.704 Jemaah Haji Riau Mulai Diberangkatkan Lewat Batam Hari Ini

RIAUIN.COM - Kloter pertama calon jemaah haji asal Provinsi Riau resmi memulai perjalanan menuju Arab Saudi pada Jumat (24/4/2026). Proses pemberangkatan tahun ini kembali menerapkan pola Embarkasi Batam secara penuh, dengan fokus utama pada pemantauan kesehatan jemaah mengingat tingginya persentase peserta kategori risiko tinggi.

Rombongan perdana yang bertolak merupakan kloter BTH 03 asal Kota Pekanbaru. Mereka dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, setelah menjalani masa karantina selama 24 jam di asrama haji. Acara pelepasan jemaah dilakukan oleh Sekretaris Daerah Riau di Aula II Asrama Haji Batam.

Kepala Kanwil Kemenhaj Riau Defizon menyampaikan bahwa dari total 4.704 orang yang diberangkatkan tahun ini, sebanyak 4.661 orang merupakan jemaah dan 43 lainnya adalah petugas pendamping. Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa dan perlengkapan manasik, dipastikan telah tuntas secara menyeluruh.

"Kami memastikan seluruh tahapan teknis dan administrasi sudah rampung. Mulai dari masuk asrama hingga keberangkatan, jemaah mendapatkan pelayanan maksimal," ujar Defizon di Batam, Jumat pagi.

Berbeda dengan beberapa musim haji sebelumnya, pemerintah konsisten meniadakan pola Embarkasi Antara di Pekanbaru. Seluruh jemaah dari berbagai kabupaten/kota di Riau langsung diarahkan menuju Batam melalui jalur udara dan laut, menyesuaikan kondisi geografis wilayah masing-masing.

Kabupaten seperti Kampar, Pelalawan, dan Indragiri Hulu menggunakan transportasi udara melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sementara itu, daerah pesisir seperti Bengkalis, Dumai, dan Kepulauan Meranti memberangkatkan jemaah melalui jalur laut menuju pelabuhan di Batam.

Di sisi lain, otoritas terkait memberikan perhatian khusus pada aspek kebugaran fisik. Data menunjukkan sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Kondisi ini membuat pemahaman manasik dan menjaga kesehatan mandiri menjadi krusial selama di Tanah Suci.

Defizon menekankan agar para jemaah tidak merasa terbebani oleh urusan logistik dan akomodasi karena seluruhnya telah diatur oleh pemerintah. Fokus utama jemaah diharapkan hanya pada pelaksanaan ibadah dengan kondisi mental yang stabil.

"Jika perasaan senang dan gembira, maka secara fisik juga akan lebih kuat dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah," tambahnya.

Seluruh rangkaian gelombang pertama, yang mencakup kloter 3 hingga kloter 12, akan diterbangkan menuju Madinah. Adapun gelombang kedua yang tergabung dalam kloter BTH 18 akan diberangkatkan menuju Jeddah bersama jemaah dari Kalimantan Barat. (Bil)