Kiriman Sabu 5 Kg ke Lombok Digagalkan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru


Selasa, 14 April 2026 - 15:00:28 WIB
Kiriman Sabu 5 Kg ke Lombok Digagalkan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

RIAUIN.COM - Jalur udara di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, kembali menjadi sasaran penyelundupan narkotika. Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bersama petugas Aviation Security (Avsec) memutus rantai distribusi sabu seberat hampir 5 kilogram yang rencananya akan diterbangkan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Operasi penggagalan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada 9 dan 10 April 2026. Sebanyak empat orang kurir yang beraksi dalam waktu berbeda berhasil diringkus sebelum sempat naik ke pesawat.

Upaya penyelundupan ini terendus pertama kali melalui ketajaman pemeriksaan petugas Avsec di terminal keberangkatan. Kecurigaan pada barang bawaan penumpang langsung dikoordinasikan dengan kepolisian untuk tindakan penggeledahan mendalam.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengungkapkan bahwa para tersangka berupaya mengelabui pemindaian petugas dengan berbagai cara.

"Para pelaku membagi paket sabu ke dalam beberapa bagian dan menyembunyikannya di dalam koper untuk meminimalkan kecurigaan," ujar Putu Yudha Prawira, Selasa (13/4/2026).

Detail Barang Bukti dan Modus
Penangkapan dilakukan dalam dua gelombang untuk menyisir jaringan yang mencoba memanfaatkan kepadatan bandara:

Kamis (9/4/2026): Tim mengamankan tiga tersangka yang kedapatan membawa barang bukti paling besar, yakni melebihi 4 kilogram sabu.

Jumat (10/4/2026): Petugas kembali meringkus satu tersangka tambahan yang mencoba meloloskan hampir 1 kilogram sabu.

Berdasarkan hasil interogasi, keempat kurir tersebut mengaku dikendalikan oleh operator yang berbeda-beda. Namun, mereka memiliki tujuan akhir yang sama, yakni membawa barang haram tersebut ke wilayah Lombok dengan iming-iming upah yang menggiurkan.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami identitas para pemesan dan pengendali di balik keempat kurir tersebut. Saat ini, para tersangka sudah mendekam di sel tahanan Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Pihak berwenang menegaskan akan memperketat pengawasan di pintu-pintu keluar masuk Provinsi Riau guna menekan ruang gerak peredaran narkotika lintas pulau. Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk memetakan keterkaitan antarkelompok pengirim tersebut. *)