Advertorial

Posyandu Kampar Didorong Bertransformasi, Jadi Layanan Dasar Masyarakat


Senin, 13 April 2026 - 16:00:00 WIB
Posyandu Kampar Didorong Bertransformasi, Jadi Layanan Dasar Masyarakat

Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kampar yang digelar di Ballroom Stanum Park, Selasa (7/4/2026). | Foto : hms

RIAUIN.COM– Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kampar Ny Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Posyandu harus bertransformasi menjadi institusi pemberdayaan masyarakat yang lebih kuat. Posyandu tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menimbang bayi, tetapi menjadi ujung tombak pelayanan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam agenda koordinasi strategis bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kampar yang digelar di Ballroom Stanum Park, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Posyandu di tengah masyarakat.

Menurut dia, paradigma lama mengenai Posyandu harus diubah. Saat ini, Posyandu telah berkembang dengan cakupan layanan yang lebih luas, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, hingga dewasa dan lansia, yang dikenal dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Hari ini kita berkumpul dengan satu visi besar, yakni memperkuat Posyandu. Posyandu adalah institusi pemberdayaan masyarakat terkecil yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan publik lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus diberikan di setiap Posyandu. Namun, pelaksanaan program tersebut dinilai masih belum berjalan optimal, meski saat ini telah memasuki tahun ketiga.

Karena itu, dia meminta komitmen serius dari seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan penerapan enam SPM tersebut di seluruh wilayah Kabupaten Kampar. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mempercepat implementasi di lapangan.

“Saya meminta seluruh pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten, camat, serta kepala puskesmas agar bersinergi mewujudkan 6 SPM ini pada setiap layanan Posyandu,” tegasnya.

Koordinasi yang dilaksanakan juga bertujuan untuk menyelaraskan program, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, serta merumuskan strategi yang lebih efektif dan implementatif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan Posyandu ke depan.

Selain itu, dia juga mendorong penyusunan rencana kerja secara berkelanjutan untuk lima tahun ke depan. Perencanaan yang matang dinilai penting, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.

Peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pembina Posyandu juga dinilai sangat krusial. Dukungan penuh dari seluruh OPD diharapkan mampu memastikan setiap program berjalan optimal.

“Kita harapkan semua OPD berkontribusi sepenuh hati. Dengan perencanaan yang matang, meskipun di era efisiensi, setiap tahapan kegiatan tetap bisa berjalan demi tercapainya masyarakat Kampar yang sehat dan sejahtera,” tuturnya.

Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi landasan bagi Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan. Dengan demikian, rencana kerja yang disusun dapat lebih terarah dan selaras dengan kebijakan di tingkat kabupaten. -adv