Ratusan Layanan HIV di Riau Tersedia Gratis bagi Masyarakat


Jumat, 10 April 2026 - 14:53:45 WIB
Ratusan Layanan HIV di Riau Tersedia Gratis bagi Masyarakat

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau kini memperluas jangkauan akses pengobatan bagi penderita HIV di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Sebanyak 297 unit layanan kesehatan telah disiagakan untuk memberikan fasilitas konseling, pemeriksaan, hingga pemberian obat secara cuma-cuma kepada warga.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli menyatakan bahwa penyebaran fasilitas medis ini bertujuan agar deteksi dini dan penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat tanpa terkendala jarak. Saat ini, seluruh puskesmas serta rumah sakit milik pemerintah di Riau telah aktif melayani pemeriksaan tersebut.

"Masyarakat di kabupaten dan kota sudah bisa mengakses layanan konseling dan testing HIV. Total ada 297 titik layanan yang tersebar, termasuk di sebagian rumah sakit swasta," kata Zulkifli di Pekanbaru, Jumat (10/4/2026).

Mengenai skema pembiayaan, warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak akan dikenai biaya apa pun, baik untuk administrasi maupun pengobatan di puskesmas. Sementara itu, bagi warga yang belum memiliki kepesertaan BPJS, hanya diwajibkan membayar biaya pendaftaran sesuai ketentuan fasilitas kesehatan, sedangkan obat tetap diberikan gratis.

Zulkifli juga memastikan stok obat antiretroviral (ARV) dalam posisi aman. Pendistribusian obat dilakukan secara rutin dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan tingkat provinsi hingga ke unit layanan terkecil. Saat ini, terdapat 167 layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) yang siap melayani pasien.

Meskipun fasilitas sudah tersedia luas, tantangan besar yang dihadapi adalah tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin. Sebagian pasien dilaporkan berhenti berobat karena merasa kondisi tubuhnya sudah sehat atau merasa jenuh menjalani terapi jangka panjang.

"Obat ARV harus dikonsumsi seumur hidup. Masalahnya, ada sebagian yang berhenti di tengah jalan karena faktor kejenuhan atau merasa sudah pulih," tuturnya.

Oleh karena itu, otoritas kesehatan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan berkelanjutan untuk mengendalikan perkembangan virus dalam tubuh. Dengan ketersediaan layanan yang merata, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi orang dengan HIV (ODHA) di Riau untuk mendapatkan perawatan medis yang layak. (Bil)