Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung


Jumat, 10 April 2026 - 09:23:59 WIB
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung

RIAUIN.COM - Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Pulau Bengkalis memasuki babak baru pascapemadaman total. Selain menarik pasukan secara bertahap, tim lapangan kini memfokuskan kekuatan pada pembangunan sarana prasarana air guna mencegah api kembali melalap lahan gambut di masa mendatang.

Langkah mitigasi ini diwujudkan melalui normalisasi kanal dan pembuatan sejumlah embung di Desa Kelemantan Barat. Penggunaan alat berat menjadi prioritas untuk menyediakan cadangan air permanen yang selama ini menjadi kendala utama saat proses pemadaman di lapangan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, penanganan di titik terakhir telah melalui tahap penilaian akhir dan pendinginan (mopping up). Lokasi yang mencakup hamparan lima desa tersebut dipastikan sudah tidak menyisakan bara api di bawah permukaan gambut.

"Satu unit alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan kanal dan membangun embung di Kelemantan Barat sebagai langkah pencegahan jangka panjang bagi masyarakat sekitar," ujar Ferdian Krisnanto di Pekanbaru, Jumat (10/4/2026).

Sebelumnya, minimnya sumber air sempat menghambat kerja tim saat api mulai mendekati area produktif seperti perkebunan sagu warga. Perpindahan logistik dan alat berat dari Desa Sekodi ke titik rawan lainnya pun dilakukan demi mengunci pergerakan api agar tidak meluas melebihi estimasi 100 hektare lahan yang telah terdampak.

Meski personel Manggala Agni dari Daops Siak dan Pekanbaru mulai ditarik dari lokasi, kewaspadaan tetap dijaga melalui jalur udara. Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih terus dioptimalkan untuk menjaga kelembapan lahan gambut di wilayah pesisir Riau tersebut.

Keberhasilan operasi yang berlangsung selama lebih dari sepekan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Manggala Agni, BPBD, TNI, serta Polri. Selain pemadaman darat, helikopter pengebom air (water bombing) juga memainkan peran krusial dalam melakukan penyiraman pada titik-titik yang sulit dijangkau sebelum hujan membantu proses pendinginan alami. (Bil)