RIAUIN.COM - Upaya preventif mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diintensifkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga memasuki pekan kedua April, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat telah menyemai sedikitnya 25 ton garam ke potensi awan hujan di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil guna memastikan kondisi lahan, terutama kawasan gambut yang rawan terbakar, tetap dalam keadaan basah. Fokus penyemaian diarahkan ke wilayah pesisir timur yang meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau Jim Gafur menjelaskan bahwa operasi yang berlangsung sejak 28 Maret ini merupakan tahap kedua setelah kegiatan serupa dilakukan pada Februari lalu. "Penyemaian garam dilakukan secara berkelanjutan untuk memicu hujan buatan di titik-titik krusial," ujar Jim Gafur di Pekanbaru, Kamis (9/4/2026).
Selain intervensi cuaca dari udara, Satgas Karhutla Riau kini diperkuat dengan kehadiran empat unit helikopter. Armada tersebut terbagi menjadi dua unit untuk keperluan patroli rutin dan dua unit lainnya dikhususkan sebagai water bombing atau pengeboman air.
Meski armada telah tersedia, pemerintah daerah tengah mengupayakan penambahan unit helikopter water bombing tambahan. Langkah ini menyusul meluasnya area kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat dari udara.
Menurut Jim Gafur, proses administrasi dan perizinan untuk menambah bantuan helikopter tersebut sedang berjalan. Penguatan armada udara dinilai sangat mendesak mengingat aksesibilitas darat yang sering kali sulit ditembus saat terjadi kebakaran di lahan gambut yang dalam.
Pemerintah berharap kombinasi antara hujan buatan melalui OMC dan kesiapsiagaan armada udara dapat menekan risiko bencana kabut asap yang kerap melanda wilayah Sumatera dan sekitarnya. (Bil)