Tumpukan Vegetasi Akasia Hambat Pemadaman Karhutla di Kelemantan Barat Bengkalis


Rabu, 08 April 2026 - 12:02:24 WIB
Tumpukan Vegetasi Akasia Hambat Pemadaman Karhutla di Kelemantan Barat Bengkalis

RIAUIN.COM - Karakteristik vegetasi akasia yang padat menjadi hambatan utama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis, Provinsi Riau. Hingga Selasa (7/4/2026), api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya karena banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi tersebut.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, tim lapangan masih harus berjibaku melakukan pemadaman lanjutan. Kerapatan tegakan akasia membuat api tersimpan di bawah permukaan dan berpotensi kembali menyala jika tidak ditangani secara tuntas.

"Kondisi bahan bakar di Kelemantan Barat sangat padat. Masih banyak vegetasi akasia yang menjadi bahan bakar potensial sehingga pemadaman harus kami lanjutkan kembali besok pagi," kata Ferdian di Bengkalis.

Satu regu personel Manggala Agni dari Daops Siak saat ini dikonsentrasi pada titik-titik api yang tersisa. Petugas berupaya memutus penjalaran api agar tidak merembet ke area lahan gambut yang lebih luas.

Berbeda dengan kondisi di Kelemantan Barat, sejumlah titik kebakaran lain di Kabupaten Bengkalis mulai menunjukkan perkembangan positif. Di Desa Palkun, intensitas api menurun drastis setelah diguyur hujan pada dini hari. Personel Daops Pekanbaru kini mengalihkan fokus pada tahap mopping up atau pembersihan sisa-sisa bara api di permukaan lahan.

Keberhasilan serupa juga tercatat di Desa Sekodi, di mana status kebakaran dinyatakan padam total setelah operasi pemadaman intensif selama lima hari. Sementara itu di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, petugas berhasil mencegah api merusak pemukiman setelah melakukan pengamanan area hingga malam hari.

Guna mempercepat proses penanganan, pemerintah masih mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dua sortie penerbangan telah dilakukan di rute Dumai-Rokan Hilir dan Bengkalis-Kepulauan Meranti untuk memicu hujan buatan.

Namun demikian, upaya pemadaman lewat udara menemui kendala. Ferdian menyebutkan bahwa helikopter water bombing belum dapat dikerahkan ke titik koordinat kebakaran akibat faktor cuaca yang tidak memungkinkan untuk penerbangan teknis. Ia meminta dukungan semua pihak agar pemadaman darat dapat segera menuntaskan sisa api yang ada. (Bil)