Aksi penyergapan mobil pembawa ganja kering 18 kilogram oleh tim reskrim Polsek Benai
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN. COM- Rabu pagi itu Benai mencekam. Tepat di jantung kota. Di depan ruko Kurnia AWM dan Khumairah Fashion.
Sebuah minibus hitam melintas. Nopolnya BM 1371 CZ. Sopirnya tidak tahu. Sejak empat hari lalu, mereka sudah diincar.
Polisi Benai sudah "puasa" pulang. Empat hari empat malam. Tidur di mana saja. Makan seadanya. Demi satu target: memutus jalur ganja.
Begitu mobil berhenti, tak ada kata kompromi. Tim reskrim bergerak cepat. Pintu dibuka. Senjata laras panjang bersiaga. Warga sekitar melongo. Drama nyata terjadi di depan mata.
Petugas langsung menggeledah. Sasarannya bagasi belakang. Ada karung putih di sana. Garis biru-merah.
Isinya? Kejutan besar.
Bungkusan cokelat berlakban berderet rapi. Satu, dua, hingga delapan belas. Totalnya 18 kilogram. Ganja kering siap edar.
Dua pemuda tak berkutik. Ald (21) dan ADN (24).
Keduanya asal Pekanbaru. Jauh-jauh datang ke Kuansing bukan untuk wisata. Tapi mengantar maut.
Kini keduanya mendekam di Mapolsek Benai.
"Kedua tersangka sudah kami amankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan peredaran ini hingga ke akarnya,” ungkap Kapolsek Benai, IPDA Ali Sodiq singkat. (***)
.