Pertumbuhan Sapi Hanya 0,22 Persen, Sekdaprov Riau Instruksikan Pemanfaatan Lahan Perkebunan


Rabu, 08 April 2026 - 09:29:19 WIB
Pertumbuhan Sapi Hanya 0,22 Persen, Sekdaprov Riau Instruksikan Pemanfaatan Lahan Perkebunan

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau kini tengah memacu optimalisasi lahan perkebunan kelapa sawit untuk diintegrasikan dengan sektor peternakan sapi potong. Langkah ini diambil guna mengejar ketertinggalan laju populasi ternak yang sangat jauh di bawah pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Riau Syahrial Abdi mengungkapkan, rata-rata pertumbuhan penduduk di Riau mencapai 3,79 persen per tahun. Angka tersebut tidak sebanding dengan perkembangan populasi sapi potong yang hanya tumbuh sebesar 0,22 persen setiap tahunnya.

"Lonjakan jumlah penduduk secara otomatis meningkatkan permintaan konsumsi produk peternakan. Kondisi ini sebenarnya menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas penetrasi pasar di daerah," ujar Syahrial Abdi di Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).

Sebagai solusi teknis, pemerintah mendorong penerapan Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Skema ini dinilai sangat realistis mengingat Riau merupakan pemilik lahan sawit terluas di Indonesia, yakni mencapai 3.494.583 hektar atau menyumbang sekitar 20,75 persen dari total luas lahan sawit nasional.

Syahrial Abdi menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara perkebunan dan peternakan akan menciptakan efisiensi lahan yang maksimal. Melalui SISKA, ketergantungan terhadap pasokan daging sapi dari luar daerah diharapkan dapat berkurang secara bertahap.

"Pendekatan ini tidak sekadar meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani melalui diversifikasi ekonomi. Target akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan pembangunan pertanian berkelanjutan," tuturnya.

Optimisme ini didasarkan pada potensi lahan sawit yang melimpah sebagai sumber pakan alami, sehingga sinergi ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan asal ternak yang berkualitas bagi warga Riau di masa depan. (Bil)