Disdik Riau Tekan Biaya Operasional Sekolah Lewat Efisiensi Energi


Selasa, 07 April 2026 - 18:57:44 WIB
Disdik Riau Tekan Biaya Operasional Sekolah Lewat Efisiensi Energi

RIAUIN.COM - Dinas Pendidikan Provinsi Riau menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk melakukan perombakan besar-besaran dalam pengelolaan energi dan sistem kerja. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan biaya operasional sekolah sekaligus mengubah standar kinerja aparatur sipil negara di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya menjelaskan, instruksi tersebut mewajibkan sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Bumi Lancang Kuning untuk menerapkan penghematan listrik dan air secara disiplin. Hal ini merupakan tindak lanjut dari mandat Gubernur Riau terkait transformasi budaya kerja yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2026.

"Kami ingin memastikan setiap rupiah dari anggaran operasional digunakan secara efektif. Efisiensi energi bukan sekadar mematikan lampu, melainkan bagian dari membangun budaya kerja yang lebih bertanggung jawab dan terukur," ujar Erisman Yahya di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026).

Dalam aturan baru ini, sekolah diwajibkan melakukan standarisasi penggunaan perangkat elektronik. Suhu pendingin ruangan (AC) kini dibatasi pada rentang 24–25 derajat Celsius dengan durasi pemakaian yang ketat. Pengelola sekolah juga diminta beralih ke teknologi hemat energi, seperti lampu LED dan perangkat elektronik berbasis inverter, serta mengoptimalkan cahaya matahari untuk penerangan ruang kelas pada siang hari.

Selain teknis penggunaan energi, kebijakan ini juga menyasar pada perbaikan sarana pendukung lainnya. Sekolah diminta segera memperbaiki kebocoran instalasi air dan membatasi penggunaan kendaraan dinas hanya untuk urusan kedinasan yang bersifat mendesak.

Di sisi lain, reformasi birokrasi di sektor pendidikan ini juga mengubah cara penilaian kinerja pegawai. Erisman menegaskan bahwa evaluasi terhadap guru dan tenaga kependidikan tidak lagi hanya bertumpu pada absensi fisik, melainkan bergeser sepenuhnya pada hasil kerja atau berbasis output.

Melalui penerapan budaya kerja baru ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap kualitas pelayanan pendidikan dapat meningkat seiring dengan terciptanya efisiensi anggaran yang lebih sehat di seluruh sekolah negeri maupun swasta. (Bil)