RIAUIN.COM – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pemerataan akses jaringan berkualitas hingga ke wilayah prioritas. Bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri 2026, Telkomsel resmi mengoperasikan Base Transceiver Station (BTS) baru di kawasan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.
Kehadiran BTS ini diharapkan mampu mendukung konektivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di jalur strategis tersebut. Jalur Sitinjau Lauik sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok, serta memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di Sumatera Barat.
Sebagai salah satu koridor utama lintas Sumatera, jalur ini dikenal memiliki tikungan ekstrem dan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi, sehingga keberadaan layanan telekomunikasi yang andal menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk komunikasi, navigasi, hingga penanganan kondisi darurat.
Pembangunan BTS di kawasan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada Telkomsel. Mengingat lokasi pembangunan berada di kawasan hutan, proses realisasi proyek ini memerlukan sinergi lintas sektor serta percepatan perizinan.
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) turut memastikan pembangunan infrastruktur TIK di daerah selaras dengan rencana strategis nasional, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik, efisiensi administrasi, serta perluasan akses komunikasi.
Untuk mendukung kebutuhan layanan telekomunikasi bagi kepentingan publik di Sumatera Barat, Ditjen Bangda memberikan fasilitasi bersama berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Kehutanan, serta Telkomsel. Dukungan tersebut mencakup percepatan proses perizinan hingga terbitnya izin penggunaan kawasan hutan, sehingga pembangunan menara dapat direalisasikan dan kini telah beroperasi.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi ini.
“Kami menyampaikan terima kasih sekaligus menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan Telkomsel untuk tidak hanya menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas sinyal di jalur Sitinjau Lauik, tetapi juga menjadikan keberhasilan ini sebagai prototipe pembangunan infrastruktur di titik rawan atau blankspot lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, sinkronisasi antara kebijakan pembangunan daerah dan penyediaan infrastruktur digital harus terus diperkuat guna menjamin keselamatan publik sekaligus mendorong percepatan ekonomi lokal secara merata.
“Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga keberadaan menara telekomunikasi sebagai aset bersama, mengingat perannya yang penting dalam mendukung komunikasi darurat dan kenyamanan perjalanan, khususnya di wilayah rawan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan BTS tersebut.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Kehutanan, sehingga pembangunan BTS di Sitinjau Lauik dapat terealisasi dengan baik. Kehadiran jaringan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengalaman komunikasi masyarakat, tetapi juga mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama saat arus mudik Lebaran,” katanya.
Dengan beroperasinya BTS ini, masyarakat yang melintasi maupun beraktivitas di kawasan Sitinjau Lauik kini dapat menikmati layanan komunikasi dan akses internet yang lebih stabil dan andal.
Ke depan, Telkomsel akan terus memperluas cakupan jaringan serta menghadirkan layanan digital terdepan melalui kolaborasi strategis bersama berbagai pihak, guna membuka lebih banyak peluang kemajuan bagi masyarakat Indonesia. -rls