RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau mulai melakukan pemetaan intensif terhadap sejumlah wilayah yang dinilai rentan mengalami kekeringan ekstrem menjelang siklus El Nino pada pertengahan tahun ini. Fokus pengawasan diarahkan ke wilayah pesisir guna menjamin ketahanan pangan dan ketersediaan sumber air masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul proyeksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya potensi kemarau panjang mulai Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut dikhawatirkan bakal memicu penurunan debit air secara signifikan pada lahan pertanian dan konsumsi domestik.
Plt Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Ronny Bowo Laksono mengungkapkan bahwa pemantauan lapangan saat ini difokuskan pada titik-titik krusial seperti Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir. Dua wilayah ini dianggap memiliki risiko tinggi terhadap dampak kekeringan karena karakteristik geografisnya.
"Kami bergerak ke lapangan untuk memonitor langsung wilayah-wilayah pesisir yang biasanya paling terdampak saat kemarau panjang melanda," ujar Ronny Bowo Laksono di Pekanbaru, Senin (6/4/2026).
Selain pemetaan wilayah, otoritas terkait juga telah menyiagakan personel penyuluh di setiap kecamatan. Para petugas ini berkewajiban memberikan laporan berkala mengenai fluktuasi ketersediaan air di tingkat desa, sehingga intervensi bantuan dapat dilakukan secara cepat jika terjadi krisis.
Strategi penanganan yang disiapkan mencakup mobilisasi bantuan distribusi air bersih serta optimalisasi infrastruktur pengairan yang sudah ada. Pemanfaatan sumur bor dan pompa air akan menjadi tumpuan utama apabila sumber air permukaan mulai menyusut drastis di pusat-pusat pertanian.
Guna memastikan langkah mitigasi berjalan komprehensif, dinas teknis juga memperkuat sinergi dengan instansi lain seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum. Koordinasi lintas sektor ini bertujuan untuk menyinkronkan data titik api dan kebutuhan air darurat di seluruh kabupaten dan kota di Riau. (Bil)