Gugur dalam Tugas di Bengkalis, Plt Gubernur Riau Berikan Penghormatan bagi Muharmizan


Selasa, 31 Maret 2026 - 09:34:52 WIB
Gugur dalam Tugas di Bengkalis, Plt Gubernur Riau Berikan Penghormatan bagi Muharmizan

RIAUIN.COM - Kabar duka datang dari upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Seorang personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Muharmizan, meninggal dunia setelah menjalankan tugas pemadaman di wilayah Pulau Bengkalis, Senin (30/3/2026).

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto membenarkan peristiwa tersebut. Muharmizan mengembuskan napas terakhir dalam rangkaian penugasan resmi operasi pemadaman di lapangan.

“Kami kehilangan salah satu rekan terbaik dari Daops Siak. Almarhum tengah bertugas dalam operasi pemadaman di Bengkalis,” kata Ferdian, Senin malam.

Berdasarkan laporan kronologi, almarhum telah terlibat aktif memadamkan api sejak Minggu (29/3/2026) pagi. Tim bekerja melokalisasi titik api di medan yang tergolong berat hingga keesokan harinya guna memastikan api tidak kembali meluas.

Insiden terjadi secara tiba-tiba pada Senin sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, tim baru saja menyelesaikan tugas harian dan hendak makan malam bersama di lokasi istirahat. Kepala Manggala Agni Daops Siak Ihsan Abdillah menyebutkan, Muharmizan sempat terjatuh saat sedang duduk. Meski rekan-rekannya telah berupaya memberikan pertolongan pertama, petugas medis dari puskesmas setempat menyatakan almarhum telah meninggal dunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya petugas di lapangan tersebut. Ia menyebut dedikasi almarhum sebagai bentuk pengabdian tertinggi bagi kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Beliau adalah pahlawan lingkungan yang gugur dalam tugas mulia menjaga daerah kita dari bencana karhutla,” tutur SF Hariyanto.

Ia juga menginstruksikan instansi terkait untuk segera memenuhi seluruh hak almarhum serta memberikan pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan. Menurut SF Hariyanto, keberanian para personel di lapangan yang bekerja di bawah cuaca ekstrem patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.

Jenazah Muharmizan telah dipulangkan menggunakan ambulans menuju rumah duka di Sabak Auh, Kabupaten Siak. Di mata rekan sejawatnya, almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras dengan loyalitas tinggi, terutama saat menghadapi tantangan pemadaman di lahan gambut yang menguras fisik. (Bil)