RIAUIN.COM - Pergerakan penumpang di Pelabuhan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada fase arus balik Lebaran 2026. Tercatat pada H+1 Idul Fitri atau Minggu (22/3/2026), jumlah pemudik yang melalui pelabuhan ini melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang, total penumpang pada H+1 mencapai 3.981 orang. Angka ini terdiri dari 1.943 penumpang yang tiba dan 1.927 penumpang yang berangkat melalui jalur laut.
Lonjakan ini tergolong tajam mengingat pada sehari sebelumnya (21/3/2026), jumlah penumpang hanya berada di angka 1.204 orang. Kenaikan volume penumpang yang mencapai lebih dari 100 persen ini menandakan dimulainya gelombang balik masyarakat pascaperayaan Lebaran di Kepulauan Meranti.
Kepala KSOP Selatpanjang Capt Derita Adi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi tren kenaikan ini. Pemantauan intensif dilakukan guna memastikan prosedur keselamatan pelayaran tetap terjaga di tengah padatnya mobilitas.
"Kami terus memantau pergerakan penumpang, terutama pada masa arus balik yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Seluruh layanan pelabuhan dioptimalkan demi menjamin kelancaran dan keselamatan pengguna jasa," ujar Capt Derita Adi Prasetyo.
Meskipun terjadi lonjakan harian yang cukup drastis, secara akumulatif volume penumpang tahun ini justru mengalami penurunan jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada 2025.
Jika dibandingkan dengan H+2 sehari sebelumnya (21 Maret 2026), terjadi lonjakan tajam. Total penumpang pada hari itu hanya tercatat 1.204 orang. Artinya, kenaikan pada H+1 mencapai lebih dari dua kali lipat.
Secara kumulatif, sejak H-15 hingga H+1 Lebaran, total pergerakan penumpang di Pelabuhan Selatpanjang mencapai 45.390 orang. Rinciannya, 30.890 penumpang datang dan 14.500 penumpang berangkat.
Persentase Penurunan 18,75% (dibandingkan tahun 2025)
Penurunan kumulatif sebesar 18,75 persen tersebut diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis di lapangan, mulai dari perubahan pola perjalanan masyarakat hingga adanya distribusi moda transportasi yang lebih beragam di wilayah Riau.
Pihak otoritas pelabuhan memprediksi puncak arus balik masih akan terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan, seiring dengan berakhirnya masa libur bersama dan dimulainya kembali aktivitas perkantoran maupun sekolah. -Juh