Longsor Tebing Sungai Ulo Ancam Rumah Warga, Satu Keluarga di Hulu Kuantan Terpaksa Mengungsi Jelang Lebaran


Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:28:28 WIB
Longsor Tebing Sungai Ulo Ancam Rumah Warga, Satu Keluarga di Hulu Kuantan Terpaksa Mengungsi Jelang Lebaran

Longsor, rumah seorang guru nyaris nnyungsep ke sungai

Laporan: Hendrianto

RIAUIN.COM– Musibah tanah longsor akibat luapan Sungai Ulo menghancurkan tebing sepanjang 13 meter di Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kamis (19/3/2026) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini mengancam satu unit rumah milik Suharsoyo, seorang guru SDN 04 Koto Kombu, hingga terpaksa dikosongkan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit Sungai Ulo meningkat drastis dan menggerus dinding tanah. Akibatnya, jarak antara dinding rumah korban dengan bibir jurang kini hanya tersisa sekitar 0,5 meter.

Demi keselamatan, Suharsoyo beserta keluarganya telah dievakuasi ke rumah kerabat yang berjarak 150 meter dari lokasi. Proses evakuasi barang-barang perabotan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat tepat saat malam takbiran Idulfitri 1447 H berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) segera merespon kejadian tersebut. Jajaran Forkopimcam Hulu Kuantan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing, Ade Fahrer Arif, meninjau lokasi pada Kamis malam untuk memantau tingkat kerusakan.

"Kondisinya memang mengkhawatirkan dan sudah saya laporkan langsung kepada Pak Bupati. Kami telah menghitung estimasi biaya perbaikan dan berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan darurat," ujar Ade Fahrer Arif saat dikonfirmasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing, Yulizar, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan warga terdampak berada di zona aman. Terkait perbaikan fisik berupa pembangunan turap, pihaknya kini tengah menyiapkan prosedur administrasi penggunaan Dana Tanggap Darurat (DTT).

"Karena ini kategori bencana alam, diperlukan SK atau Surat Pernyataan Bencana dari Bupati Kuansing serta rekomendasi BPBD. Administrasinya sedang disiapkan, dalam dua atau tiga hari kedepan akan disodorkan ke Bupati untuk ditandatangani," jelas Yulizar melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2026).

Pihak korban dan warga sekitar berharap pembangunan turap permanen dapat segera direalisasikan agar ancaman longsor susulan tidak lagi menghantui pemukiman di sepanjang tepian Sungai Ulo, terutama saat intensitas hujan meningkat. (***)