RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mematangkan kesiapan infrastruktur dan pasokan energi guna menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain memastikan kelancaran lalu lintas, otoritas terkait juga menyiapkan skema penambahan penerbangan serta menjamin ketersediaan energi di seluruh wilayah Riau.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, koordinasi lintas sektoral dilakukan untuk membedah titik-titik krusial pada pintu masuk transportasi darat, laut, dan udara. Hal ini dilakukan menyusul prediksi adanya peningkatan volume pemudik pada tahun ini.
"Kami telah membedah poin-poin krusial bersama seluruh Kepala OPD. Fokus utama adalah memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar tanpa kendala berarti," ujar Syahrial Abdi usai rapat koordinasi di Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Senin (16/3/2026).
Terkait transportasi udara, Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan General Manager Angkasa Pura untuk menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi penumpukan penumpang. Otoritas bandara menyatakan kesiapan untuk menyediakan penerbangan tambahan (extra flight) sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Di sektor energi, Pertamina melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) memberikan jaminan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Sebagai langkah konkret, terdapat penambahan pasokan LPG subsidi 3 kilogram sebanyak 781.200 tabung yang dialokasikan khusus untuk wilayah Riau guna mencegah kelangkaan saat puncak konsumsi rumah tangga.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan stabilitas pasokan listrik. Targetnya adalah tidak ada pemadaman selama masa Lebaran agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman," lanjut Syahrial Abdi.
Mengenai infrastruktur jalan, perbaikan pada ruas-ruas jalan provinsi saat ini tengah dioptimalkan. Ruas jalan strategis, seperti jalur Sungai Sibam–Pantai Cermin–Petapahan, telah ditinjau langsung guna memastikan kelayakannya dilalui pemudik. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada saat melintasi jalur yang masih dalam masa pemeliharaan.
Sementara itu, dalam aspek pengamanan, Dinas Perhubungan Riau bersinergi dengan Polda Riau melalui Operasi Ketupat. Berbeda dari tahun sebelumnya, posko mudik tahun ini akan dilengkapi dengan bilik pengaduan khusus untuk merespons laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sesuai instruksi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (Bil)