Disperindag Riau Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran


Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56:37 WIB
Disperindag Riau Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau memastikan harga kebutuhan pokok di wilayah Bumi Lancang Kuning tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Meski terdapat fluktuasi pada komoditas tertentu, ketersediaan pasokan diklaim mencukupi kebutuhan masyarakat hingga pascalebaran.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau Taufik OH menyatakan bahwa stabilitas harga ini merupakan hasil dari distribusi pasokan yang lancar serta intervensi melalui operasi pasar yang konsisten dilakukan selama Ramadan.

"Harga bahan pokok di Riau saat ini relatif stabil. Operasi pasar yang kami laksanakan di berbagai daerah sangat membantu meredam gejolak harga," ujar Taufik OH di Pekanbaru, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Taufik OH, operasi pasar digelar secara tersebar di sejumlah titik strategis, meliputi Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak.

Langkah ini akan terus dilakukan hingga kondisi pasar kembali normal sepenuhnya guna menekan laju inflasi daerah.

Berdasarkan data di lapangan, kenaikan harga memang terjadi pada beberapa komoditas seperti cabai, minyak goreng, dan daging, namun grafis kenaikannya dinilai belum signifikan.

Daging Sapi: Bertahan di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram. Untuk daging beku, harga dan stok dilaporkan tetap normal di rumah potong hewan.

Cabai: Dibanderol pada kisaran Rp 48.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.

Minyak Goreng: Ditemukan adanya pengecer yang menjual hingga Rp 17.000 per liter. Padahal, harga acuan seharusnya berada di angka Rp 15.700 per liter.

Taufik OH mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara sepihak dan meminta masyarakat tidak melakukan aksi borong (panic buying).

"Pemerintah Provinsi Riau menjamin ketersediaan bahan pokok hingga sesudah Lebaran. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah mitigasi," tegas Taufik OH. (Bil)