Inflasi Pekanbaru Februari 2026 Capai 5,21 Persen, Harga Cabai Mulai Turun


Kamis, 12 Maret 2026 - 14:44:02 WIB
Inflasi Pekanbaru Februari 2026 Capai 5,21 Persen, Harga Cabai Mulai Turun

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat inflasi tahunan (year on year) pada Februari 2026 mencapai angka 5,21 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan serta penyesuaian tarif listrik yang kembali ke harga normal dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau di Balai Serindit, Rabu (11/3/2026), Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan adanya anomali data akibat perbedaan kebijakan tarif listrik. Pada Februari 2025, pemerintah sempat memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen, sementara pada Februari tahun ini tarif berlaku penuh.

"Perbedaan kebijakan tarif listrik ini memberikan dampak signifikan terhadap angka inflasi daerah di samping kenaikan harga emas perhiasan," ujar Ingot Ahmad Hutasuhut.

Meski inflasi Februari tercatat cukup tinggi, data pemantauan di tujuh pasar pada awal Maret 2026 menunjukkan tren positif. Komoditas cabai merah asal Bukittinggi yang sebelumnya menjadi salah satu penyumbang inflasi kini mulai mengalami penurunan harga.

Berdasarkan data Pemko Pekanbaru, pergerakan harga cabai merah tercatat sebagai berikut Januari 2026 Rp52.050 per kilogram, Februari 2026 naik menjadi Rp58.865 per kilogram, Maret 2026 (Pekan I-II) turun menjadi Rp49.314 per kilogram.

Ingot Ahmad Hutasuhut menyebutkan bahwa harga pada dua pekan pertama Maret ini bahkan sudah berada di bawah rata-rata harga pada Januari lalu. Hal ini diharapkan menjadi sinyal kuat penurunan inflasi untuk periode Maret.

Guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemko Pekanbaru bersama Satuan Tugas Pangan Polresta Pekanbaru memperketat pengawasan di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan mencegah adanya praktik kecurangan yang dapat merusak harga pasar.

"Kami optimistis inflasi Maret akan lebih terkendali apabila kondisi pasar tetap stabil tanpa gejolak distribusi yang berarti," tambah Ingot Ahmad Hutasuhut. (Bil)