Dinas PKH Riau Distribusikan 37.299 Logistik Kesehatan Hewan ke Daerah


Rabu, 11 Maret 2026 - 17:33:22 WIB
Dinas PKH Riau Distribusikan 37.299 Logistik Kesehatan Hewan ke Daerah

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menyalurkan puluhan ribu paket obat-obatan, vaksin, dan alat medis veteriner ke 12 kabupaten/kota. Langkah ini diambil untuk memperkuat benteng pertahanan terhadap penularan penyakit ternak strategis di tingkat daerah.

Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir menyatakan, penyaluran logistik selama periode Februari 2026 ini bertujuan memastikan ketersediaan sarana pendukung bagi petugas medik reproduksi dan paramedik di lapangan.

"Distribusi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit hewan, sehingga pelayanan kesehatan ternak di daerah tetap optimal," ujar Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data Dinas PKH Riau, total logistik yang disalurkan mencapai 37.299 unit. Sebaran distribusi terbesar menyasar Kabupaten Kampar dengan 9.775 unit, disusul Indragiri Hulu sebanyak 8.735 unit, dan Siak sebanyak 4.958 unit. Sementara itu, daerah lain seperti Rokan Hilir menerima 4.450 unit, Kuantan Singingi 3.171 unit, Pekanbaru 2.814 unit, Indragiri Hilir 1.510 unit, dan Dumai 505 unit.

Dalam penyaluran kali ini, prioritas utama terletak pada vaksinasi penyakit menular yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mendominasi dengan total 13.875 dosis. Indragiri Hulu menjadi penerima alokasi PMK terbanyak, yakni 4.000 dosis.

Selain PMK, pemerintah juga mengirimkan:

Vaksin Jembrana: 5.700 dosis (alokasi terbesar di Kampar sebanyak 2.000 dosis).

Vaksin Rabies: 1.750 dosis untuk lima wilayah, termasuk Rokan Hilir dan Siak.

Vaksin Septicemia Epizootica (SE): 1.000 dosis yang dibagi rata untuk Indragiri Hulu dan Kampar.

Tak hanya vaksin, bantuan ini mencakup beragam jenis obat injeksi mulai dari antibiotik, analgesik, antiparasit, hingga multivitamin. Guna mendukung operasional di lapangan, ribuan alat suntik berbagai ukuran seperti needle 18G dan spuit 5 ml hingga 10 ml juga turut disertakan.

Perlengkapan penunjang aspek biosekuriti seperti sarung tangan, masker, alkohol, hingga mineral blok untuk nutrisi ternak juga menjadi bagian dari paket distribusi tersebut.

Mimi menegaskan bahwa ketersediaan logistik yang memadai sangat krusial untuk menekan kerugian peternak akibat wabah penyakit. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan daerah dan menyalurkan bantuan secara berkala sesuai dinamika populasi ternak di Riau. (Bil)