Karhutla di Riau Capai 1.161 Hektar, Masyarakat Diminta Tak Bakar Lahan


Sabtu, 07 Maret 2026 - 17:32:51 WIB
Karhutla di Riau Capai 1.161 Hektar, Masyarakat Diminta Tak Bakar Lahan

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status kewaspadaan tinggi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan seiring dengan menurunnya curah hujan di bawah normal pada awal tahun 2026. Hingga saat ini, total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 1.161,64 hektar yang tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat dan korporasi untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Berdasarkan laporan klimatologi, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih ekstrem sehingga risiko kebakaran menjadi jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kondisi iklim menunjukkan potensi karhutla yang lebih besar tahun ini. Saya meminta kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen pemerintah hingga ke tingkat desa. Kita harus meningkatkan kewaspadaan ekstra," ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Sabtu (7/3/2026).

Menurut SF Hariyanto, metode pembukaan lahan ramah lingkungan harus menjadi prioritas. Ia mengingatkan bahwa titik api kecil dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan apabila berpadu dengan tiupan angin kencang serta kondisi lahan yang mengering.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat, dari 12 kabupaten/kota di Riau, hanya Kabupaten Rokan Hulu yang sejauh ini masih nihil titik api. Wilayah terdampak paling parah berada di Kabupaten Pelalawan dengan luas kebakaran mencapai 681,5 hektar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau Jim Gafur menjelaskan, selain Pelalawan, sejumlah wilayah pesisir juga mencatatkan angka kebakaran yang signifikan. Kabupaten Bengkalis mencatat luas kebakaran 662,51 hektar, disusul Siak 65,32 hektar, Indragiri Hilir 64,70 hektar, Kampar 38,45 hektar, dan Kota Dumai 34,12 hektar.

"Tim satgas darat maupun udara saat ini terus berfokus pada upaya pemadaman dan pendinginan di titik-titik tersebut agar api tidak kembali muncul," kata Jim.

Selain wilayah-wilayah tersebut, kebakaran juga terdeteksi di Kota Pekanbaru seluas 17,45 hektar, Kepulauan Meranti 13,40 hektar, Rokan Hilir 12 hektar, Kuantan Singingi 3 hektar, dan Indragiri Hulu 2,7 hektar. Pemerintah daerah berharap imbauan dan langkah preventif di tingkat tapak dapat segera menekan laju pertambahan luas lahan terbakar di Bumi Lancang Kuning. (Bil)