Riau Masih Nihil Kasus Virus Nipah


Rabu, 04 Maret 2026 - 14:36:51 WIB
Riau Masih Nihil Kasus Virus Nipah

RIAUIN.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan kasus virus nipah di seluruh wilayah Riau. Meskipun demikian, pemerintah daerah mulai memperketat pengawasan lintas sektor guna mengantisipasi potensi penularan penyakit zoonosis tersebut.

Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir menyatakan, langkah antisipasi yang dilakukan saat ini merupakan bentuk deteksi dini. Ia menekankan bahwa koordinasi antarinstansi bukan dipicu oleh temuan kasus, melainkan sebagai upaya mitigasi risiko.

"Sampai hari ini, di Provinsi Riau belum ditemukan kasus virus nipah. Kami berharap kondisi ini tetap terjaga," ujar Mimi Yuliani Nazir dalam audiensi lintas sektoral di Pekanbaru, Rabu (4/3/2026).

Audiensi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, Balai Karantina, BBKSDA, hingga akademisi Universitas Riau. Sinergi ini dianggap krusial karena virus nipah memiliki tingkat fatalitas atau kematian yang cukup tinggi pada manusia, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Secara biologis, virus ini melibatkan kelelawar buah (Pteropus spp) sebagai inang alami dan babi sebagai perantara yang mempercepat paparan ke manusia. Mimi menjelaskan, beberapa faktor risiko yang diwaspadai di Riau antara lain adalah kedekatan habitat kelelawar dengan pemukiman warga serta aktivitas perburuan hewan liar.

"Kami tidak ingin kecolongan. Kewaspadaan harus diperkuat melalui sanitasi pasar hewan yang ketat dan pemantauan pada populasi babi dalam jumlah besar," tambahnya.

Masyarakat diminta mengenali gejala klinis pada hewan ternak, seperti demam, gangguan pernapasan, dan gangguan saraf pada babi. Sementara pada manusia, infeksi virus nipah umumnya ditandai dengan sakit kepala hebat, nyeri otot, hingga risiko radang otak pada tingkat kronis.

Sebagai landasan hukum pengawasan, Dinas PKH Riau telah menyosialisasikan Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 18125/SE/PK430/F/02/2026 terkait kewaspadaan virus nipah.

"Intinya, koordinasi dan deteksi dini menjadi kunci agar Riau tetap aman dari ancaman penyakit ini," tegas Mimi. (Bil)