Walikota Pekanbaru Resmikan Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah


Selasa, 03 Maret 2026 - 09:06:16 WIB
Walikota Pekanbaru Resmikan Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengintensifkan pengurangan volume sampah langsung dari tingkat rumah tangga melalui skema kemandirian warga. Upaya ini ditandai dengan peresmian Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah (Kemas) di RW 01 Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Senin (2/3/2026).

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan, inisiatif ini merupakan bentuk nyata dukungan publik terhadap program pemerintah dalam menekan beban sampah di hulu. Ia mengapresiasi kemandirian warga yang mampu membentuk wadah pengelolaan lingkungan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian Kemas terhadap isu lingkungan, terutama dalam mengubah wajah sampah menjadi sesuatu yang produktif," ujar Agung Nugroho di sela-sela peresmian.

Saat ini, sedikitnya 70 rumah tangga di wilayah tersebut telah aktif melakukan pemilahan sampah ke dalam tiga kategori: organik, anorganik, dan residu. Pola ini diklaim efektif memangkas beban angkut petugas kebersihan karena sebagian besar material sampah selesai dikelola di tingkat lingkungan.

Gerakan ini juga mengadopsi inovasi digital melalui aplikasi pemantau volume sampah secara real-time. Melalui data tersebut, pengurus dapat mendata secara akurat jumlah sampah yang berhasil diolah maupun yang harus dibuang.

"Melalui sistem ini, Kemas tahu pasti besaran pengurangan sampah dari wilayah ini ke TPA. Jadi, yang sampai ke TPA benar-benar hanya sampah residu saja," tambah Agung Nugroho.

Selain pemilahan, warga juga menerapkan konsep ekonomi sirkular. Sampah organik dikonversi menjadi pakan maggot serta eco-enzyme dari kulit buah. Produk turunannya pun beragam, mulai dari sabun cuci piring, sabun padat, hingga lilin aromaterapi dari pemanfaatan minyak jelantah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menegaskan, meski gerakan ini bersifat non-APBD, pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan teknis dan bantuan operasional.

"Kami siap memberikan dukungan penuh, baik itu pemenuhan kebutuhan operasional maupun mencarikan sumber pendanaan alternatif melalui program CSR perusahaan," kata Reza Aulia Putra.

Ia menambahkan, model pengelolaan berbasis komunitas ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ke depan, kesuksesan di RW 01 Labuh Baru Timur akan dijadikan percontohan untuk wilayah lain, dengan target pengembangan berikutnya di Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai. (Bil)