Pencari Kayu di Pelalawan Terluka Diserang Harimau saat Beristirahat


Jumat, 27 Februari 2026 - 14:37:29 WIB
Pencari Kayu di Pelalawan Terluka Diserang Harimau saat Beristirahat

RIAUIN.COM - Seorang pencari kayu, Kohai (32), dilaporkan terluka setelah diserang seekor harimau sumatera di area Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) tengah malam saat korban sedang beristirahat di atas perahu.

Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Onel SH MH mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB. Korban merupakan warga Desa Teluk yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju hutan untuk mencari kayu.

"Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala akibat gigitan harimau, namun nyawanya berhasil diselamatkan," ujar Rian, Jumat (27/2/2026).

Peristiwa bermula ketika Kohai bersama lima rekannya, yakni Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta, berangkat menuju kawasan hutan Desa Serapung pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Karena kondisi air sungai yang sedang surut, rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk menyandarkan perahu pompong mereka di dermaga perusahaan sembari menunggu air pasang.

Saat para pekerja tersebut sedang beristirahat di atas perahu, seekor harimau tiba-tiba muncul dari arah semak-semak di pinggir dermaga. Satwa dilindungi tersebut langsung melompat ke arah perahu dan menerkam kepala korban.

Serangan terhenti setelah rekan korban, Wiwik (41), melihat kejadian tersebut dan spontan berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu membuat harimau melepaskan cengkeramannya dan melarikan diri kembali ke arah hutan.

Petugas keamanan yang berjaga di Pos Dermaga PT SPA segera menuju lokasi setelah mendengar kegaduhan. Korban kemudian dievakuasi ke Pos P3K perusahaan untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau keberadaan satwa tersebut di sekitar area konsesi.

"Kami sudah mendata saksi-saksi dan memastikan korban mendapatkan perawatan medis yang intensif," tambah Rian. (Bil)