Safari Ramadan di Masjid Raya Senapelan, Walikota Pekanbaru Targetkan Penuntasan Banjir dan Stunting


Senin, 23 Februari 2026 - 11:44:59 WIB
Safari Ramadan di Masjid Raya Senapelan, Walikota Pekanbaru Targetkan Penuntasan Banjir dan Stunting

RIAUIN.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memaparkan capaian kinerja serta target pembangunan wilayah saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Raya Senapelan, Minggu (22/2/2026). Selain evaluasi infrastruktur, agenda ini menjadi momentum penguatan layanan dasar kesehatan dan pendidikan.

Dalam pidatonya, Agung menyebutkan bahwa tahun 2025 merupakan fase awal kepemimpinan yang penuh tantangan. Meski terkendala durasi pengerjaan, sejumlah program prioritas seperti perbaikan jalan diklaim melampaui target awal. Dari rencana semula sepanjang lima kilometer, Pemko Pekanbaru berhasil melakukan pengaspalan hingga 42 kilometer melalui skema rasionalisasi anggaran.

"Kami menyadari masih banyak persoalan yang harus diselesaikan bertahap. Tahun pertama memang belum menjawab seluruh kebutuhan, namun upaya maksimal terus dilakukan," ujar Agung.

Terkait mitigasi bencana, pemerintah telah menangani 20 titik rawan banjir sepanjang tahun lalu. Walau genangan masih ditemukan di beberapa area seperti Kecamatan Senapelan saat hujan lebat, durasi surut air diklaim jauh lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Untuk tahun anggaran ini, Pemko bersama DPRD telah mengalokasikan dana lanjutan guna menuntaskan persoalan drainase yang telah terjadi selama puluhan tahun.

Pada sektor kesehatan dan sosial, fokus utama tertuju pada pengentasan tengkes (stunting) dan angka putus sekolah. Data menunjukkan:

- Pendidikan: Sebanyak 1.578 anak yang putus sekolah telah dikembalikan ke bangku pendidikan selama 2025.

- Stunting: Lebih dari 3.000 kasus berhasil ditangani. Tahun ini, pemerintah membidik pemulihan bagi 500 anak yang masih mengalami gangguan pertumbuhan atau gizi buruk.

- Layanan Dasar: Peningkatan kapasitas 3.000 kader posyandu melalui pelatihan dan pemberian fasilitas penunjang untuk menjamin kualitas pelayanan ibu dan anak.

Agung juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali marwah Kecamatan Senapelan sebagai pusat sejarah berdirinya Kota Pekanbaru. Revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi menjadi salah satu langkah konkret menjadikan kawasan ini sebagai ikon budaya dan pusat aktivitas warga.

Ia pun mengajak masyarakat menjaga kerukunan serta disiplin dalam menunaikan kewajiban pajak sebagai modal utama pembangunan. "Pembangunan bergerak dari, oleh, dan untuk masyarakat. Mari jaga kebersihan dan perkuat pendidikan agama di keluarga," tambahnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemko Pekanbaru meresmikan Masjid Raya Senapelan sebagai Masjid Paripurna Kota Pekanbaru keempat. Status ini membuat operasional masjid, termasuk kesejahteraan imam dan guru agama, akan didukung melalui APBD.

Sebelumnya, status Masjid Paripurna hanya disandang oleh Masjid Agung Ar Rahman, Masjid Agung Al Firdaus, dan Masjid Agung Al Kastoeri di Rumbai Barat—masjid yang pembangunannya diinisiasi oleh mantan Wakapolri Komisaris Jenderal Purnawirawan Gatot Eddy Pramono. Penambahan ini diharapkan mampu memperkuat syiar Islam dan pembinaan umat di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut. (Bil)