PEKANBARU, Riauin.com - Beberapa hari belakangan ratusan rumah di Pekanbaru terendam banjir. Korban yang terdampak banjir ini mulai diserang penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Helda S Munir mengatakan Diskes Pekanbaru sudah melakukan penanganan bagi warga yang menderita penyakit. Secara umum, warga yang terdampak banjir mengeluhkan terserang penyakit kulit dan flu.
Penyakit lainnya seperti diare rentan menyerang warga yang menjadi korban banjir. Untuk itu, Dinas Kesehatan pun sudah berkoordinasi dengan Puskesmas dan perangkat pemerintahan kecamatan untuk menangani korban banjir yang terserang penyakit.
"Layanan kesehatan telah kita bentuk di tenda-tenda darurat. Begitu juga petugas, ambulans kita siagakan. Intinya pasien yang ingin dapat layanan kesehatan, kita sudah siap," kata Helda di Pekanbaru, Selasa (5/12/2017).
Data dari Dinas Sosial Kota Pekanbaru mencatat, ada sekitar 10.887 warga terdampak banjir. Mayoritas pemukiman warga yang terendam banjir berlokasi di bantaran Sungai Siak dan sejumlah anak sungai di kota tersebut.
"Di seluruh Pekanbaru berdasarkan data laporan kita dari Tagana dan lainnya sekitar 3.567 kepala keluarga atau 10.887 jiwa terdampak banjir," kata Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Chairani, seperti dilansir dari halloriau.
Saat ini, banjir masih melanda sejumlah titik pemukiman warga di Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya. Di Rumbai, banjir terjadi di Perumahan Witayu, Palas dan Meranti Pandak. Sementara di Tenayan Raya, banjir terjadi di kawasan padat penduduk seperti di Bambu Kuning dan Rejosari.
Dinas Sosial Pekanbaru telah mendirikan 12 tenda pengungsian pada titik-titik banjir tersebut. Selain itu, pihaknya juga turut menyalurkan sembilan bahan pokok serta mendirikan dapur-dapur darurat.
"Di setiap tenda darurat kita dirikan juga dapur darurat serta distribusikan Sembako," imbuhnya, .(nol)