DPRD Riau Minta Masyarakat Waspadai Potensi Karhutla Selama Musim Kemarau


Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:56:02 WIB
DPRD Riau Minta Masyarakat Waspadai Potensi Karhutla Selama Musim Kemarau

RIAUIN.COM - Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali meningkat. Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di dalam hutan seperti pencari madu dan pemancing, diminta untuk ekstra waspada guna mencegah munculnya titik api di kawasan rawan.

Anggota Komisi IV DPRD Riau Muhtarom menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan di tengah cuaca panas yang ekstrem. Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat percikan api sekecil apa pun menjadi sangat mudah merambat dan meluas.

"Kita sudah memasuki periode kemarau. Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lahan dan kebun masing-masing karena api sangat cepat menyebar dalam kondisi seperti ini," ujar Muhtarom di Pekanbaru.

Berdasarkan laporan lapangan, sejumlah titik api sempat terpantau di Kabupaten Siak, tepatnya di wilayah Buton, Mengkapan, Mempura, hingga Langkai di Kecamatan Sungai Apit. Namun, kobaran api berhasil dikendalikan berkat respons cepat Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama pemerintah setempat.

Muhtarom menilai kejadian di Siak merupakan peringatan dini bagi wilayah lain di Riau. Ia menyoroti aktivitas warga yang sering menggunakan api di area hutan, seperti menyalakan api unggun saat memancing atau menggunakan pengasapan untuk memanen madu.

"Pemicu kebakaran sekecil apa pun harus dihindari. Dampak dari kebakaran lahan dan kabut asap ini tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga mengancam kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat luas," kata politisi PKB Riau tersebut.

Selain faktor kelalaian, Muhtarom juga mengingatkan adanya sanksi hukum yang tegas bagi pelaku pembakaran lahan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian yang fatal. Ia mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Ia menambahkan, optimalisasi anggaran pencegahan jauh lebih krusial dibandingkan biaya penanggulangan saat api sudah membesar. Hal ini merujuk pada sejarah karhutla hebat di Riau yang dampaknya pernah mencapai negara tetangga.

"Langkah antisipasi harus dimaksimalkan sebelum bencana terjadi. Pencegahan selalu lebih efektif dan efisien daripada memadamkan api yang sudah meluas," pungkasnya. -Juh