Ratusan Ternak di Riau Terjangkit PMK, Pengawasan Lalu Lintas Hewan Diperketat


Jumat, 13 Februari 2026 - 17:42:06 WIB
Ratusan Ternak di Riau Terjangkit PMK, Pengawasan Lalu Lintas Hewan Diperketat

RIAUIN.COM - Wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK kembali merebak di Provinsi Riau. Sejak awal tahun hingga pertengahan Februari 2026, tercatat sebanyak 480 ekor ternak terinfeksi virus tersebut. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan tingkat sebaran tertinggi.

Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau menunjukkan, akumulasi kasus tersebut tercatat sepanjang periode 1 Januari hingga 11 Februari 2026. Seluruh ternak yang terjangkit saat ini dilaporkan masih dalam penanganan medis oleh petugas kesehatan hewan di lapangan.

Kepala DPKH Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir memerinci, Indragiri Hulu mendominasi temuan dengan 195 kasus yang tersebar di delapan desa dalam empat kecamatan. Selain Indragiri Hulu, lonjakan kasus signifikan juga terjadi di Kabupaten Rokan Hulu dengan 145 ekor ternak terpapar, diikuti Kabupaten Siak sebanyak 118 ekor.

"Hingga 11 Februari 2026, total kasus PMK yang kami tangani mencapai 480 ekor. Seluruhnya masih dalam status sakit dan sedang dalam masa pengobatan serta pengawasan ketat," ujar Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Jumat (13/2/2026).

Mimi menambahkan, meski jumlah kasus terus bertambah, sejauh ini belum ada laporan mengenai ternak yang mati, dinyatakan sembuh, ataupun harus menjalani pemotongan paksa. Konsentrasi petugas saat ini adalah memastikan virus tidak meluas ke wilayah lain yang saat ini masih berstatus nihil kasus.

Selain tiga kabupaten dengan angka tertinggi, kasus PMK juga terdeteksi di beberapa wilayah lain dengan skala lebih kecil, yakni, Indragiri Hilir 12 ekor, Kampar 5 ekor, Kota Dumai 5 ekor.

Pemerintah daerah kini memperketat pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah guna memutus rantai penularan. Upaya koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota juga ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan vaksin bagi ternak yang sehat.

Mimi mengimbau para peternak untuk proaktif melaporkan kondisi hewan mereka kepada petugas jika ditemukan gejala klinis PMK, seperti air liur berlebih atau luka pada kuku dan mulut. Kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan perlindungan terhadap populasi ternak lainnya di Riau. -Juh