RIAUIN.COM - Meski sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi adanya 57 titik panas yang tersebar di wilayah Bumi Lancang Kuning hingga Selasa (3/2/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, menjelaskan bahwa secara umum cuaca di Riau didominasi kondisi cerah berawan. Namun, potensi hujan lokal masih terpantau di beberapa kabupaten pada waktu tertentu.
"Kondisi cuaca di Riau relatif stabil. Potensi hujan ringan yang bersifat lokal diprakirakan terjadi di sebagian wilayah pada siang hingga malam hari," ujar Anggun R dalam keterangannya di Pekanbaru.
Berdasarkan pantauan sensor pencitraan satelit hingga Senin (2/2/2026) malam, terdapat total 158 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan 57 titik.
Konsentrasi titik panas di Riau tersebar di beberapa wilayah, antara lain, Kabupaten Pelalawan 21 titik, Kabupaten Bengkalis 20 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 8 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 4 titik, Kabupaten Siak 3 titik dan Kota Dumai 1 titik.
Selain Riau, titik panas juga terdeteksi di Kepulauan Riau (37 titik), Aceh (33 titik), Sumatera Utara (14 titik), Bangka Belitung (9 titik), Jambi (7 titik), dan Sumatera Barat (1 titik).
Pada siang hari, hujan ringan diprediksi melanda sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Memasuki sore hingga malam hari, wilayah yang berpotensi hujan meluas ke Rokan Hulu, Kampar, hingga Kuantan Singingi.
Suhu udara di Riau berada pada kisaran 23,0 hingga 33,0 derajat celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen. Angin bertiup dari utara ke tenggara dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam.
Untuk sektor keselamatan laut, BMKG memberikan catatan khusus bagi pengguna transportasi air dan nelayan. Meski tinggi gelombang secara umum masuk kategori rendah (0,5–1,25 meter), risiko gelombang sedang tetap mengintai.
"Tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Dumai–Bengkalis. Kami mengimbau masyarakat di pesisir untuk tetap waspada," tambah Anggun R.
BMKG meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tetap siaga terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kabupaten dengan jumlah titik panas yang signifikan. (Bil)