Tim Kementerian Kebudayaan Tinjau Kerusakan Tangsi Belanda di Siak


Senin, 02 Februari 2026 - 10:21:29 WIB
Tim Kementerian Kebudayaan Tinjau Kerusakan Tangsi Belanda di Siak

RIAUIN.COM - Kementerian Kebudayaan mengirimkan tim teknis ke Kabupaten Siak, Riau, Senin (2/2/2026), guna menginspeksi kerusakan bangunan cagar budaya Tangsi Belanda. Langkah ini diambil menyusul insiden ambruknya lantai dua bangunan bersejarah tersebut pada Sabtu lalu yang melukai sejumlah siswa.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengonfirmasi bahwa peninjauan ini merupakan bentuk atensi langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui Balai Kebudayaan setempat. Selain mengevaluasi kerusakan di Tangsi Belanda, Pemerintah Kabupaten Siak berharap tim pusat juga memetakan kondisi sejumlah situs bersejarah lain yang membutuhkan perbaikan mendesak.

"Harapan kami, tim tidak hanya berfokus pada Tangsi Belanda, tetapi juga melihat tiga titik cagar budaya lain yang masuk dalam satu kesatuan kawasan sejarah. Lokasi-lokasi ini memerlukan penanganan serius dan diharapkan masuk dalam prioritas revitalisasi melalui APBN," ujar Afni.

Ada tiga situs utama selain Tangsi Belanda yang menjadi perhatian pemkab:

1. Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah: Museum nasional ini mulai mengalami kendala pada struktur lantai dua.

2. Balai Kerapatan: Kondisi fisik bangunan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

3. Makam Kota Tinggi: Memerlukan intervensi khusus dari sisi pelestarian struktur makam bersejarah.

Lantai dua Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura diketahui ambruk pada Sabtu (31/1/2026) pagi saat menerima kunjungan studi tour dari SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam. Insiden tersebut menyebabkan 16 siswa terluka. Afni memastikan sebagian besar korban telah pulih dan kembali ke rumah, sementara satu siswa masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

Lantaran Bupati Afni dan Wakil Bupati sedang menghadiri agenda kepresidenan bersama Presiden Prabowo Subianto di Sentul, koordinasi di lapangan diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Siak.

"Sekda telah ditugaskan untuk mendampingi tim Kementerian. Kami ingin memastikan ada penanganan menyeluruh terhadap kawasan cagar budaya di Siak agar kejadian serupa tidak terulang dan nilai sejarahnya tetap terjaga," tambah mantan jurnalis tersebut. (Bil)