Kondisi kericuhan di lapangan Rabu (21/1/2026). | Foto : riauintiktok
RIAUIN.COM- Isu dugaan pembenturan masyarakat adat kembali mencuat di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Seorang oknum mantan anggota DPRD Rohul berinisial GP diduga menjadi perpanjangan tangan pihak Agrinas dalam upaya membenturkan masyarakat adat Melayu Rantau Kasai dengan warga sipil lainnya.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi di wilayah Rantau Kasai pada Rabu (21/1/2026), dan disebut-sebut berlangsung di bawah pengawalan oknum Tentara Nasional Indonesia.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi konflik horizontal serta gangguan keamanan dan ketertiban sosial.
Masyarakat adat Melayu Rantau Kasai mengaku resah dan merasa keberadaannya terancam. Mereka menduga konflik ini sengaja diciptakan demi kepentingan tertentu, khususnya terkait persoalan lahan di kawasan tersebut.
Salah satu perwakilan masyarakat adat menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin dibenturkan dengan kelompok masyarakat lain.
“Kami akan meminta pertanggungjawaban kepada GP. Jangan membenturkan kami dengan masyarakat lainnya,” tegasnya.
Masyarakat adat berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait dapat bersikap netral, profesional, dan objektif, serta mengedepankan penyelesaian konflik yang adil dan bermartabat demi menjaga keutuhan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Agrinas maupun GP terkait dugaan keterlibatan tersebut. — ary