BBKSDA Riau Tegaskan Harimau Sumatera yang Terlihat di Akses BSP Sedang Berjalan di Wilayah Sendiri


Jumat, 16 Januari 2026 - 15:02:18 WIB
BBKSDA Riau Tegaskan Harimau Sumatera yang Terlihat di Akses BSP Sedang Berjalan di Wilayah Sendiri

RIAUIN.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menegaskan bahwa Harimau Sumatera yang terekam dan sempat viral, sebenarnya sedang berjalan di wilayah aslinya, yakni di Taman Nasional (TN) Zamrud, Kabupaten Siak, Riau.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengatakan bahwa sosok yang menampakkan diri dalam potongan video tersebut adalah seekor Panthera tigris sumatrae jantan yang telah memasuki usia dewasa.

"Kehadirannya bukan sebagai penyusup, melainkan sebagai penguasa yang sedang melintasi teritorial kedaulatannya di jantung konservasi Bumi Lancang Kuning," tegas Supartono dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (16/1/2026)..

Lanjutnya, lokasi kemunculan harimau berada di akses jalan PT Bumi Siak Pusako (BSP), sebuah wilayah yang terbatas bagi khalayak umum dan berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Zamrud.

"TN Zamrud merupakan bagian tak terpisahkan dari home range atau wilayah jelajah luas yang termasuk dalam kantong habitat Semenanjung Kampar. Oleh karena itu, langkah raja hutan tersebut di kawasan tersebut adalah sebuah kewajaran alamiah yang menunjukkan bahwa denyut kehidupan hutan masih terjaga di tanah Siak," tukasnya.

Pertemuan itu bermula pada Rabu (14/1), ketika dua pekerja dari PT BSP, Khaidir dan Dedi, berpapasan dengan harimau di jalan depan Water Injection Plant (WIP). Hanya berjarak sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di Desa Dayun, mereka mengabadikan momen langka tersebut yang kemudian menyebar cepat di media sosial.

Tim BBKSDA Riau segera turun langsung melakukan verifikasi lapangan. Mereka menemukan jejak-jejak berupa tapak kaki sepanjang 12 sentimeter di dua titik berbeda  membuktikan bahwa sang raja sedang berjalan sejauh 1,8 kilometer di habitat aktifnya.

Supartono menegaskan kepada masyarakat dan karyawan perusahaan agar siapapun melihat Harimau Sumatera ini tidak serta-merta merekam atau menyebarluaskan dokumentasinya ke media sosial.

“Kami minta agar video tersebut tidak disebarkan. Ini demi menjaga ketenangan masyarakat serta melindungi nyawa  satwa dari ancaman yang tak diinginkan,” tegasnya (Bil)