Urai Kemacetan, Simpang Sebidang Arifin Achmad-Sudirman Segera Diaspal


Rabu, 14 Januari 2026 - 19:22:58 WIB
Urai Kemacetan, Simpang Sebidang Arifin Achmad-Sudirman Segera Diaspal

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat penyelesaian proyek pembangunan simpang sebidang yang menghubungkan Jalan Arifin Achmad dengan Jalan Jenderal Sudirman. Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan mulai memasuki tahap pengaspalan dalam waktu dekat dan diproyeksikan beroperasi penuh pada tahun 2026.

Pembangunan jalan baru yang berlokasi tepat di depan kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai) atau kompleks Purna MTQ ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memecah kepadatan lalu lintas. Selama ini, titik tersebut dikenal sebagai salah satu area dengan volume kendaraan tertinggi di ibu kota Provinsi Riau.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menjelaskan bahwa kemajuan fisik di lapangan menunjukkan tren positif. Ia memastikan koordinasi dengan dinas teknis terus dilakukan agar proses pelapisan aspal pada badan jalan dapat segera dikerjakan sesuai jadwal.

"Setelah tahap pengaspalan selesai, kami akan memberlakukan masa penyesuaian atau running in terlebih dahulu. Akses tidak langsung dibuka secara total guna memastikan konstruksi jalan benar-benar stabil dan aman sebelum dilalui kendaraan dalam intensitas tinggi," ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Rabu (14/1/2026).

Efisiensi Lalu Lintas

Penyediaan simpang sebidang ini diharapkan menjadi solusi permanen atas persoalan kemacetan kronis yang kerap terjadi pada jam sibuk, baik pagi maupun sore hari. Dengan adanya akses potong jalur ini, alur transportasi dari arah Jalan Arifin Achmad menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II atau arah Marpoyan Damai akan menjadi lebih ringkas.

Pengendara nantinya tidak perlu lagi menempuh jarak lebih jauh untuk melakukan putar balik (U-turn) di depan Hotel Ratu Mayang Garden. Kehadiran simpang ini memungkinkan kendaraan langsung berbelok kanan menuju Jalan Jenderal Sudirman, sehingga memangkas waktu tempuh secara signifikan.

Selain aspek fungsional, Agung Nugroho menambahkan bahwa penataan di kawasan Purna MTQ ini juga mengusung konsep estetika kota yang modern. Pemerintah ingin menjadikan area tersebut sebagai ikon baru yang lebih representatif dan tertata rapi bagi masyarakat maupun pendatang yang melintasi pusat kota Pekanbaru. (Bil)