Plt Gubri Sebut Cara Kerja Manajemen Proyek Penghambat Perbaikan Jalan Riau


Selasa, 06 Januari 2026 - 18:53:32 WIB
Plt Gubri Sebut Cara Kerja Manajemen Proyek Penghambat Perbaikan Jalan Riau

RIAUIN.COM - Sebagai tindak lanjut dari komitmen Pemprov Riau untuk mempercepat perbaikan ruas jalan vital yang menghubungkan Siak dan Pekanbaru, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kabupaten Siak pada Selasa (6/1/2026) untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.

SF Hariyanto mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang rusak dan berlubang di berbagai titik. Menurutnya, masalah utama yang menghambat perbaikan bukanlah ketersediaan dana, melainkan cara kerja dan manajemen proyek di lapangan.

"Melihat kondisi seperti ini saya sangat prihatin. Uang kita ada kok untuk nutup lubang. Tinggal masalah manajemennya saja yang perlu disempurnakan," ujar SF Hariyanto.

Ia menyoroti pola kerja perbaikan jalan yang dinilai masih terbatas. "Kalau hanya bekerja satu seat alat, satu seat tim saja, sampai kapan selesai. Saya minta tadi Pak Kadis, Pak Kabid, dengan Kepala UPT, tambah pekerjanya," tegasnya saat berada di lokasi peninjauan Jalan Lintas Siak-Pekanbaru.

Fokus pada Efisiensi dan Percepatan
Plt Gubernur SF Hariyanto yang memiliki latar belakang di lingkungan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku memahami betul teknis di lapangan. Ia menekankan perlunya peningkatan efisiensi kerja dengan menambah jumlah tim dan mendistribusikan alat berat secara merata.

SF Hariyanto menginstruksikan agar setiap tim lapangan memiliki formasi lengkap, termasuk grader, vibro, dan water tank. Pola kerja yang rapi dan terukur ini diharapkan dapat memangkas waktu penyelesaian pekerjaan.

"Buat timnya itu diperbanyak. Satu tim itu minimal mengerjakan 10 kilometer atau 15 kilometer. Dalam satu tim ini sudah lengkap grader, vibro, water tank dan lainnya harus ada di situ," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar metode perbaikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. "Saya dulu staf juga di PU, jadi paham mengerjakan seperti ini. Kalau lubang kecil ya tinggal tutup saja jangan dibongkar," terangnya.

SF Hariyanto secara khusus memberikan tenggat waktu yang ketat. Ia menargetkan sebagian besar pekerjaan penutupan lubang (patching) di ruas jalan tersebut harus tuntas sebelum perayaan Hari Raya Idulfitri 2026.

"Insyaallah sebelum lebaran harus bisa selesai, nanti kita cek lagi sama-sama," pungkas SF Hariyanto, memastikan dirinya akan kembali turun langsung ke lapangan untuk memantau progres pekerjaan bersama jajaran terkait. (Bil)